JURNALSUKABUMI.COM– Genderang perang terhadap praktik korupsi dan gratifikasi ditabuh kencang oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi. Di bawah komando Hanung Widyatmaka, S.H., M.H., Korps Adhyaksa ini menegaskan tidak ada ruang bagi oknum yang berani bermain-main dengan hukum, terutama terkait praktik “setor-menyetor” anggaran.
Kajari Kabupaten Sukabumi secara lugas memberikan peringatan keras kepada seluruh jajarannya maupun mitra kerja di lingkungan Pemerintah Daerah hingga Pemerintahan Desa. Ia memastikan bahwa integritas adalah harga mati dalam menjalankan tugas penegakan hukum di kabupaten terluas kedua di Jawa ini.

“Saya tegaskan, tidak ada lagi praktik setor-menyetor! Jika ada oknum yang terbukti terlibat atau coba-coba bermain di zona merah ini, saya pastikan kariernya selesai hari itu juga,” tegas Hanung Widyatmaka dengan nada bicara yang lugas.
Inovasi Pelayanan dan Pengawalan Hukum
Bukan sekadar gertakan, Hanung juga memperkuat sistem pengawasan melalui berbagai program unggulan yang kini tengah masif dijalankan di Kabupaten Sukabumi, antara lain:
* Jaksa Garda Desa (Jaga Desa): Menjadi benteng bagi para Kepala Desa agar tidak terperosok dalam penyimpangan dana desa melalui pendampingan hukum yang preventif.
* Jaksa Masuk Sekolah (JMS): Menanamkan benih kesadaran hukum sejak dini kepada generasi muda Sukabumi agar melek hukum dan menjauhi kriminalitas.
* Jaksa Menyapa: Membuka sumbat komunikasi antara jaksa dan masyarakat melalui dialog terbuka di berbagai platform media.
* Optimalisasi PTSP: Memastikan setiap layanan hukum, mulai dari konsultasi hingga pengambilan barang bukti, berjalan transparan tanpa pungutan sepeser pun.
Imbauan bagi Pejabat dan Kades
Lebih lanjut, Hanung meminta seluruh pejabat daerah hingga tingkat desa untuk bekerja secara profesional dan transparan. Ia mengingatkan agar tidak memberikan hadiah, uang, atau fasilitas apa pun kepada aparat penegak hukum yang dapat memicu konflik kepentingan.
“Jangan layani jika ada pihak-pihak yang mencatut nama Kejaksaan untuk meminta imbalan. Laporkan langsung! Kita ingin mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang bersih, akuntabel, dan benar-benar bebas dari korupsi,” pungkasnya.
Redaktur: Ujang Herlan












