JURNALSUKABUMI.COM – Terkait dengan keluhan pengendara yang melintas di Jalan Nasional, tepatnya di Kampung Pasapen RT 03/06, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi. Kondisinya dibanjiri lumpur saat hujan ulah dari pembangunan perumahan. Akhirnya Camat Bantar Gadung Ahmad Munawar angkat bicara.
Ahmad Munawar mengatakan, sejauh ini pemerintah setempat yakni Kecamatan Bantargadung sudah berupaya melakukan koordinasi ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pusat melalui PU Kabupaten Sukabumi, kemudian dengan pihak perumahaan.
“Kata pihak terkait selepas Bulan Ramadhan. Namun, sampai saat ini ternyata belum ada tindak lanjut lagi, baik dari PU Pusat maupun Kabupaten, serta pihak developer perumahaan,” ungkap Ahmad Munawar saat dikonfirmasi jurnalsukajumi.com, melalui sambungan telepon, Sabtu (30/5/20).
Lanjut Ahmad Munawar, untuk perijinan dari mulai Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) serta Analisis Mengenai Dampak Lingkungan atau Amdal sudah pasti ada.
“Sejauh ini hanya dengan masyarakat setempat saja untuk mengantisipasi banjir lumpur tersebu, hal yang kecil -kecilnya saja. Tapi itukan memang parah.”ujarnya.
Air disertai lumpur yang tumpah ke jalan Nasional tersebut sambung Ahmad Munawar, bukan hanya bersumber dari proyek pembangunan perumahan saja.
“Jadi air yang dari atas juga turun kebawah menyatu dengan air dan tanah dari proyek perumahaan, ditambah lagi drainase yabg tersumbat. Jadi, air yang bercampur lumpur tumpah ke jalan.” pungkasnya.
Sementara itu, pihak redaksi jurnalsukabumi.com terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak pengembang perumahan tersebut, hingga berita ini diterbitkan belum ada tanggapan.
Dikabarkan sebelumnya, Jalan utama menuju Pelabuhanratu, tepatnya di Kampung Pasapen RT 03/06, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, dibanjiri lumpur. Sejumlah pengendara mengeluhkan kondisi jalan tersebut.
Reporter : Ruslan AG || Redaktur: FK Robbi












