Belatung Hidup di Menu MBG, Ketua BASB Soroti Kelalaian SPPG Jayanti Palabuhanratu 

Sabtu, 7 Februari 2026 - 20:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Temuan belatung hidup pada menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima siswa PAUD di Desa Cimanggu, Kecamatan Palabuhanratu, memantik kecaman Benteng Aktivis Sukabumi Bersatu (BASB) Kabupaten Sukabumi.

Menurutnya Peristiwa ini dinilai sebagai indikasi kuat kelalaian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jayanti Palabuhanratu dalam menjamin keamanan pangan, terutama bagi anak usia dini.

Dalam video berdurasi 12 detik yang beredar luas, belatung putih terlihat masih aktif merayap di bagian sayap ayam. Bahkan setelah ayam dibelah, belatung lain kembali ditemukan di sela tulang. Fakta ini memperkuat dugaan bahwa makanan tersebut tidak layak konsumsi sejak awal diterima penerima manfaat.

Ketua BASB Kabupaten Sukabumi, Firman Nirwana, menilai kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terhadap sistem pengawasan SPPG, mulai dari seleksi bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi makanan ke sekolah.

“Ini bukan sekadar soal makanan dibawa pulang atau tidak. Belatung hidup di lauk utama menunjukkan ada masalah serius. Anak-anak PAUD yang jadi korban,” ujar Firman.

Pihak SPPG Jayanti menyatakan bahwa makanan telah dimasak sesuai batas suhu maksimal dan prosedur dapur. Namun, pernyataan tersebut justru dinilai tidak menjawab substansi masalah, bahkan bertolak belakang dengan fakta lapangan.

Secara teknis, belatung tidak mungkin bertahan hidup apabila daging dimasak pada suhu tinggi secara sempurna. Oleh karena itu, temuan belatung hidup memunculkan dugaan kuat adanya kelalaian dalam penanganan ayam, baik pada tahap penyimpanan bahan mentah, proses memasak, maupun pasca-produksi.

Alasan bahwa makanan PAUD tidak langsung dikonsumsi di sekolah juga dinilai tidak relevan untuk menghapus tanggung jawab penyedia. Produk MBG merupakan makanan siap santap yang seharusnya aman sejak diserahkan, tanpa syarat tambahan.

“Begitu makanan keluar dari dapur SPPG, tanggung jawab keamanan tetap ada di penyedia. Tidak bisa dialihkan ke sekolah atau orang tua,” kata Firman.

Sementara itu, Kepala SPPG Jayanti Muhammad Ripjan menyebut makanan telah dimasak dengan suhu maksimal dan sesuai prosedur dapur, namun mengaku tidak mengetahui asal kemunculan belatung serta menyebut makanan dibawa pulang oleh siswa PAUD.

“Kami sudah memasak dengan batas maksimal suhu. Namun kami tidak tahu belatung itu muncul dari mana. Apalagi makanan tersebut tidak dikonsumsi di sekolah dan dibawa pulang,” ujar Ripjan

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan 

Berita Terkait

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua
Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu
Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 
Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Wabup Andreas Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Pemkab Sukabumi Perkuat Penanganan
Puluhan Rumah Rusak, Wabup Andreas Bakal Temui Warga Terdampak di Cicurug
Jalur Air Warga Ditutup Urugan, Kekhawatiran Banjir Mengintai Kampung Mariuk Simpenan 
Soal Lahan Parkir Pasar Palabuhanratu Bergolak, Ini Sikap Masing-masing Pihak!

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Wabup Andreas Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Pemkab Sukabumi Perkuat Penanganan

Berita Terbaru