JURNALSUKABUMI.COM – Ketenangan warga Kampung Cibalung, Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, mendadak berubah menjadi kepanikan.
Seekor primata dilindungi, lutung jawa (Trachypithecus auratus) dilaporkan masuk ke pemukiman warga bahkan sempat “menguasai” kamar tidur salah satu rumah, Kamis (05/02/2026).
Fenomena munculnya satwa liar ke area penduduk ini merupakan kali kedua dalam waktu berdekatan, setelah sebelumnya kejadian serupa dilaporkan di wilayah Cisaat.
Salah seorang warga, Yusuf Maulana (34) mengungkapkan keberadaan monyet berwarna hitam pekat ini pertama kali terlihat saat melompat lincah dari atap ke atap rumah warga.
Kehadiran tamu tak diundang ini membuat para orang tua khawatir, mengingat banyak anak-anak yang sedang bermain di sekitar lokasi.
“Awalnya dari atap ke atap. Warga panik, takut melukai anak kecil. Eh, tidak lama malah masuk ke dalam rumah dan nyelonong ke kamar warga,” ungkap Yusuf kepada jurnalsukabumi.com Kamis malam.
Ia menceritakan setelah melihat satwa tersebut terjebak di dalam kamar, warga pun berinisiatif melakukan evakuasi mandiri dengan peralatan seadanya. Proses penangkapan berlangsung cukup menegangkan namun tetap hati-hati agar tidak melukai hewan tersebut.
“Kita evakuasi pakai karung saja. Di dalam kamar ada sekitar lima orang yang ngepung. Alhamdulillah, tidak ada warga yang terluka, lutungnya juga tidak terlalu memberontak, cuma memang terlihat agresif karena mungkin stres dikerubungi orang,” cerita Yusuf.
Saat ini, Lutung Jawa tersebut diamankan sementara di kediaman Yusuf agar tidak kembali masuk ke rumah warga lainnya. Namun, Yusuf mengaku khawatir karena ia tidak memiliki keahlian dalam merawat satwa liar
“Saya kasih buah-buahan dia tidak mau makan, maunya kembang buah. Saya takut hewannya kelaparan atau malah sakit. Khawatir juga kalau stres nanti malah gigit atau nyakar,” kata Yusuf.
Warga bersama pengurus RW setempat telah melaporkan kejadian ini ke pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat Resor Wilayah VI Sukabumi dan relawan Jaga Satwa Indonesia.
Meski sudah ada respon awal melalui komunikasi telepon, hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang belum kunjung menjemput satwa dilindungi tersebut untuk diobservasi lebih lanjut.
“Harapan kami segera dievakuasi oleh ahlinya. Kasihan hewannya, harus segera dikembalikan ke habitatnya agar tidak terus-terusan berada di lingkungan manusia,” pungkasnya.
Reporter: Budiyanto | Redaktur: Ujang Herlan











