Hutan Cangkuang Cidahu Dijarah! Muncul Patok Ilegal dan Wisata ‘Bodong’, Warga Terancam

Kamis, 5 Februari 2026 - 15:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Alih fungsi lahan dan kerusakan hutan di Blok Cangkuang, kawasan Gunung Salak, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, kian memanas. Temuan terbaru mengungkap adanya praktik “kapling siluman” dengan munculnya patok-patok berlabel Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang diduga ilegal.

Hasil investigasi Tim Advokasi Warga Cidahu di lapangan menemukan fakta mengejutkan. Tak hanya soal gundulnya hutan, pagar pembatas kawasan yang sebelumnya kokoh kini dijebol paksa.

Di balik robohnya pagar tersebut, aktivitas wisata tanpa izin alias “bodong” mulai menjamur, memicu kekhawatiran akan terjadinya bencana ekologis.

Koordinator Tim Advokasi Warga Cidahu, Rozak Daud, mengungkapkan bahwa keberadaan patok berlabel instansi negara di tengah hutan lindung ini sangat mencurigakan. Diduga kuat, patok tersebut digunakan oknum tertentu untuk mengklaim kepemilikan lahan secara sepihak.

“Jika patok ini tidak punya dasar hukum sah, ini jelas menyesatkan dan berpotensi memicu konflik agraria yang serius. Kami minta aparat penegak hukum segera turun tangan,” tegas Rozak dalam keterangan tertulis diterima jurnalsukabumi.com, Kamis (05/02/2026).

Baca juga :

https://jurnalsukabumi.com/2025/11/17/pembalakan-liar-gunung-salak-warga-desak-pemulihan-segera-dan-tindak-tegas-pelaku/

Warga menduga titik kerusakan hutan bermula dari arah kawasan Javanasva yang berbatasan langsung dengan Blok Cangkuang. Sejumlah pohon besar yang sudah berumur puluhan tahun yang dulunya sengaja ditanam di lahan HGU Perbakti sebagai penyangga air kini dilaporkan tumbang ditebang untuk pembukaan lahan.

Dampak buruk yang menanti, yaitu krisis air bersih karena menurunnya debit air untuk konsumsi warga. Bencana alam akan meningkatnya risiko tanah longsor di lereng Gunung Salak. Kerugian ekologi karena hilangnya fungsi hutan sebagai paru-paru lingkungan Sukabumi.

Selain soal penguasaan lahan, Rozak juga menyoroti adanya dugaan jual-beli lahan dan pengelolaan wisata ilegal. Ia menegaskan, pengembangan potensi wisata tidak boleh mengorbankan kelestarian alam.

“Berwisata itu harus tanpa merusak alam. Tempat wisata yang tidak punya legalitas jelas harus segera ditertibkan. Jangan sampai alam rusak, hukum pun ditabrak,” kata dia.

Warga mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum (APH) untuk segera melakukan investigasi menyeluruh di lokasi guna mencegah kerusakan yang lebih masif di jantung Gunung Salak tersebut.

Reporter: Budiyanto | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:46 WIB

Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terbaru