Menjaga Kedaulatan Rakyat, GMNI: Menolak Wacana Pilkada Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Sukabumi Raya dengan tegas menyatakan penolakan terhadap wacana pilkada tertutup maupun penunjukan kepala daerah oleh DPRD.

Ketua DPC GMNI Sukabumi Raya, Aris Gunawan meniali wacana tersebut merupakan kemunduran serius dalam praktik demokrasi dan bertentangan langsung dengan prinsip dasar kedaulatan rakyat.

“Demokrasi Indonesia sejak kelahirannya dibangun atas keyakinan bahwa kedaulatan sepenuhnya berada di tangan rakyat. Bung Karno dalam pidato 1 Juni 1945 menegaskan bahwa kedaulatan rakyat bukan untuk dipinjamkan, diwakilkan, apalagi dirampas oleh segelintir elite kekuasaan. Karena itu, setiap kebijakan yang membatasi hak politik rakyat untuk memilih pemimpinnya sendiri merupakan bentuk pengingkaran terhadap cita-cita kemerdekaan,” ulasnya, Kamis (16/1/2026).

Lanjut Aris, sejarah ketatanegaraan Indonesia memberikan pelajaran yang terang. Pemilu 1955 membuktikan bahwa bangsa ini mampu menjalankan demokrasi langsung secara jujur dan partisipatif, bahkan dalam kondisi negara yang masih sangat terbatas. Sebaliknya, pada masa Demokrasi Terpimpin dan Orde Baru, ketika hak politik rakyat dipersempit dan kepala daerah ditentukan melalui mekanisme elitis, yang lahir justru kekuasaan yang tertutup, oligarkis, dan sarat praktik korupsi.

“Reformasi 1998 hadir sebagai koreksi atas praktik tersebut. Penerapan pemilu langsung, termasuk pilkada langsung sejak 2005, merupakan capaian penting dalam mengembalikan kedaulatan rakyat. Memang harus diakui bahwa demokrasi hari ini masih menghadapi persoalan serius, seperti politik uang dan mahalnya biaya politik. Namun persoalan tersebut bukan alasan untuk mencabut hak rakyat, melainkan tantangan yang harus dijawab melalui pembenahan sistem politik, penegakan hukum, serta pendidikan politik yang berkelanjutan,” tegasnya.

Oleh karena itu, Aris mwnyebut wacana pilkada tertutup justru mengulang logika lama: menarik kedaulatan rakyat ke tangan elite dengan dalih efisiensi dan stabilitas. DPRD bukan pemilik kedaulatan, melainkan lembaga yang menerima mandat terbatas dari rakyat untuk menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran-bukan untuk mengambil alih hak rakyat dalam memilih pemimpinnya.

“Dalam perspektif Marhaenisme, demokrasi harus berpihak kepada rakyat dan memperluas partisipasi politik. Kebijakan yang menjauhkan rakyat dari proses pengambilan keputusan hanya akan memperkuat oligarki dan membuka ruang transaksi kekuasaan. Demokrasi yang cacat tidak disembuhkan dengan mengurangi demokrasi, melainkan dengan memperdalam dan memperbaikinya,” paparnya.

Atas dasar tersebut, DPC GMNI Sukabumi Raya menegaskan sikap:

  • Menolak wacana pilkada tertutup dan penunjukan kepala daerah oleh DPRD.
  • Menegaskan bahwa hak memilih pemimpin merupakan hak politik rakyat yang tidak dapat diwakilkan kepada siapa pun.
  • Mendesak negara dan elite politik untuk fokus membenahi kualitas demokrasi, bukan menariknya ke belakang.
  • Demokrasi adalah hasil perjuangan panjang rakyat Indonesia. Reformasi tidak boleh dikhianati, dan kedaulatan rakyat tidak boleh dinegosiasikan.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Suara Rakyat Bukan untuk Dibeli, Agus Firmansyah Dorong Warga Laporkan Politik Uang
Bawaslu Jabar Dorong Warga Jadi Pengawas Pemilu, Pahami Aturan dan Berani Laporkan Pelanggaran
Heri Gunawan dan Bawaslu Dorong Pengawasan Partisipatif Masyarakat di Sukabumi
Persiapkan Pemilu 2029, Hergun Bedah 11 Isu Krusial RUU Pemilu dan Dorong Pendidikan Pemilih di Sukabumi
Bawaslu Kota Sukabumi Gandeng SLB Negeri 1, Perkuat Pendidikan Politik Inklusif bagi Disabilitas
Napak Tilas Kang Budi Azhar: Berawal dari PK Sagaranten, Kini Nahkodai Parlemen Kabupaten Sukabumi
Cabai Jadi Harapan Hidup, Petani Sukabumi Rela Panggul Air Jauh ke Lereng Kebun
Budi Azhar Tegaskan Komitmen Perkuat Peran Perempuan dalam Politik dan Pembangunan Sukabumi

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:06 WIB

Suara Rakyat Bukan untuk Dibeli, Agus Firmansyah Dorong Warga Laporkan Politik Uang

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:33 WIB

Bawaslu Jabar Dorong Warga Jadi Pengawas Pemilu, Pahami Aturan dan Berani Laporkan Pelanggaran

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:32 WIB

Heri Gunawan dan Bawaslu Dorong Pengawasan Partisipatif Masyarakat di Sukabumi

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:21 WIB

Persiapkan Pemilu 2029, Hergun Bedah 11 Isu Krusial RUU Pemilu dan Dorong Pendidikan Pemilih di Sukabumi

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:48 WIB

Bawaslu Kota Sukabumi Gandeng SLB Negeri 1, Perkuat Pendidikan Politik Inklusif bagi Disabilitas

Berita Terbaru

Pendidikan

UMMI Edukasi Warga Hegarmulya Cegah Stunting dan Kembangkan UMKM

Senin, 10 Agu 2026 - 14:58 WIB