JURNALSUKABUMI.COM – Kondisi memprihatinkan rumah bilik bambu milik Ana (40) dan Mimin (36) di Kampung Ciamarayah, Desa Walangsari, Kecamatan Kalapanunggal, menjadi perhatian publik. Bahkan, tahun 2025 ini bakal segera direnovasi.
Tidak lama dari informasi didapat, Wakil Bupati Sukabumi, Andreas didampingi Kepala Dinas Sosial, Wawan Godawan langsung menindaklanjuti kabar tersebut.
Dalam situasi ini, Andreas menegaskan bahwa pemerintah daerah siap turun tangan apabila laporan yang masuk benar-benar mendesak dan menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami berkoordinasi langsung utamanya dengan Pak Camat yang pastinya kita dari pemerintah daerah selalu terdepan. Kemudian berkoordinasi RT sampai dengan desa dan kecamatan untuk ditindak,” ujar Andreas, Kamis (18/9/2025).
Dirinya pun mengimbau jika sifatnya urgent ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. “Tolong laporkan yang betul-betul urgensi harus segera diperhatikan. Dan kabar baiknya tahun ini rumah tersebut bakal direnovasi,” imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, kondisi memprihatinkan rumah bilik bambu milik Ana (40) dan Mimin (36) di Kampung Ciamarayah, Desa Walangsari, Kecamatan Kalapanunggal itu diakui 15 tahun sudah dihuni mereka.
Rumah berukuran 3×6 meter itu menjadi tempat berteduh enam jiwa, termasuk tiga anak dan seorang lansia, meski dindingnya miring, atap bocor, dan beralaskan semen seadanya.
Ana yang sehari-hari bekerja sebagai kuli cangkul dengan penghasilan sekitar Rp120 ribu per minggu, mengaku penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan makan. Untuk memperbaiki rumah, dirinya tak sanggup.
“Kadang kerja cuma dua hari, seminggu libur. Jangankan untuk memperbaiki rumah, buat makan saja sudah pas-pasan,” ungkapnya.
Dengan dua kamar kecil berukuran 2×2 meter, keluarga ini sering dihantui rasa takut. Atap bilik yang melengkung dan dinding rapuh bisa ambruk kapan saja. Saat hujan besar turun, air merembes ke dalam rumah hingga membuat genangan di lantai.
“Kalau hujan deras, anak dan istri paling kecil tidur di tengah rumah karena takut kamar ambruk. Umi (ibu Ana) tidur di kamar,” kata Ana.
Reporter: Ifan | Redaktur: Ujang Herlan












