JURNALSUKABUMI.COM – Gelaran Pasar Rakyat UMKM Hari Jadi ke-155 Kabupaten Sukabumi di Lapangan Cangehgar, Palabuhanratu, jadi salah satu agenda yang paling ditunggu masyarakat.
Namun di balik kemeriahan panggung seni dan budaya, geliat ekonomi ternyata belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Ketua event organizer, Agus Candra, mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi saat ini membuat dampak pasar rakyat tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Kalau bicara perputaran ekonomi, justru turun drastis hampir 50 persen. Sudah enam bulan terakhir kegiatan pasar malam, bazar, atau pameran juga lesu. Perputaran uang jauh berkurang dibanding tahun-tahun lalu,” ungkap Agus, Kamis (11/9/2025).
Meski pengunjung pasar rakyat cukup ramai, terutama karena hadirnya berbagai penampilan seni budaya daerah hingga kesenian nasional, jumlah pembelian produk UMKM masih sangat minim. Agus menilai kondisi ekonomi masyarakat yang sulit membuat daya beli menurun.
“Yang datang banyak, tapi yang belanja sedikit. Mungkin memang kondisi ekonomi sedang susah,” tambahnya.
Kondisi ini tentu berimbas langsung pada para pelaku UMKM. Sejumlah pedagang dan pengusaha kecil mengaku pemasukan mereka tidak sebanding dengan biaya operasional yang dikeluarkan. Walaupun angka kerugian belum bisa diprediksi secara pasti, potensi kerugian jelas cukup besar jika tren belanja tidak membaik.
Meski begitu, pihak event organizer bersama pengusaha lokal terus berupaya mencari strategi agar pameran UMKM HJKS tetap berjalan dan bisa menjadi tombak pemulihan ekonomi, khususnya di Palabuhanratu.
Diketahui, Gelaran HJKS ke-155 diharapkan bisa jadi momentum pemulihan ekonomi Sukabumi pasca berbagai tantangan, mulai dari demo nasional hingga penundaan expo sebelumnya.
“Kami terus berusaha membuat terobosan agar pengunjung bertahan dan semakin banyak yang datang. Kalau EO tugasnya meramaikan, sementara peserta pameran juga harus kreatif menampilkan produk agar menarik minat beli,” tandas Agus.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












