GMNI Ingatkan Pemkot Sukabumi Belajar dari Kasus Pati, Tolak Kepemimpinan Arogan

Kamis, 14 Agustus 2025 - 18:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sukabumi Raya mengingatkan agar Kota Sukabumi mengambil pelajaran dari peristiwa yang terjadi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Mereka menilai kepemimpinan yang arogan, jauh dari aspirasi rakyat, serta kebijakan yang membebani masyarakat dapat menimbulkan keresahan dan penderitaan publik.

Ketua DPC GMNI Sukabumi Raya, Aris Gunawan, menilai ada kemiripan gaya kepemimpinan Bupati Pati dan Wali Kota Sukabumi. Menurutnya, kebijakan yang terkesan didominasi kelompok tertentu, berpotensi abuse of power, dan mendekati praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) harus diwaspadai.

“Kenaikan pajak yang membebani UMKM, termasuk pedagang kopi dan jajanan yang menjadi konsumsi sehari-hari masyarakat, adalah contoh nyata kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat kecil,” ujarnya kepada jurnalsukabumi.com, Kamis (14/8/2025).

GMNI juga mengkritik sikap Wali Kota Sukabumi yang dinilai tertutup terhadap dialog. Aris menyebut, pihaknya sudah tiga kali menggelar aksi demonstrasi sambil membawa data hasil kajian akademik, namun tidak pernah ditemui langsung. “Wali Kota pernah menantang mahasiswa membawa data, tapi ketika kami bawa data, beliau justru tidak menemui kami,” tegasnya.

Selain itu, GMNI menolak pendekatan materialistik dalam membangun hubungan dengan mahasiswa. Aris menyoroti pernyataan Wali Kota yang akan menggelontorkan anggaran untuk ruang kreativitas mahasiswa. “Bagi kami, ini bentuk penghinaan dan pemimpin dengan mental pedagang. Hubungan antara pemimpin dan rakyat, termasuk mahasiswa, harus dibangun dengan dialektika konstruktif, bukan sekadar uang,” katanya.

GMNI menegaskan bahwa kejadian di Pati dapat terjadi di daerah manapun jika pemimpin bersikap otoriter dan arogan. Aris menutup pernyataannya dengan seruan Vox populi, vox dei yang berarti “Suara rakyat adalah suara Tuhan.”

“Ketika kekuasaan arogan, rakyat bersatu akan mampu meruntuhkannya,” pungkasnya.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Sempat Lumpuh Akibat Longsor, Arah Ibu Kota via Tol Bocimi Kembali Dibuka
Hergun Tegaskan Belum Ada Pembahasan Revisi UU Pemilu 
APPMBGI National Summit 2026, DPD Sukabumi: Kolaborasi Menuju Generasi Cerdas dan Sehat
Akses KA Menuju Sukabumi Terganggu, Perjalanan KA Siliwangi Dibatalkan
Arnold Herman Sama, Mahasiswa Nusa Putra University Menang Debut Tinju di Leindel Combat Sport Vol 2
Hergun: Narasi Inkonstitusional Saiful Mujani Ancam Fondasi Demokrasi dan Konstitusi
Hergun Soroti Dilema WFH dan “Rapor Merah” Sengketa Lahan yang Hambat Investasi di Tangerang
GMNI Sukabumi Desak Pemerintah Bongkar Dalang Intelektual Penyiraman Air Keras Aktivis

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:07 WIB

Sempat Lumpuh Akibat Longsor, Arah Ibu Kota via Tol Bocimi Kembali Dibuka

Sabtu, 2 Mei 2026 - 22:06 WIB

Hergun Tegaskan Belum Ada Pembahasan Revisi UU Pemilu 

Minggu, 26 April 2026 - 09:35 WIB

APPMBGI National Summit 2026, DPD Sukabumi: Kolaborasi Menuju Generasi Cerdas dan Sehat

Senin, 20 April 2026 - 08:18 WIB

Akses KA Menuju Sukabumi Terganggu, Perjalanan KA Siliwangi Dibatalkan

Rabu, 15 April 2026 - 10:14 WIB

Arnold Herman Sama, Mahasiswa Nusa Putra University Menang Debut Tinju di Leindel Combat Sport Vol 2

Berita Terbaru

RAGAM

DPPKB: Kampung KB Desa Kalibunder Jadi Pusat Perubahan

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:44 WIB