Duka Keluarga Pendaki Asal Sukabumi Meninggal saat Mendaki Gunung Slamet
JURNALSUKABUMI.COM – Nasib nahas menimpa seorang pendaki asal Kebon Pala I, Desa Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Yuswandi (46). Ia dinyatakan meninggal dunia saat melakukan pendakian di Gunung Slamet, Jawa Tengah, pada Sabtu (26/7/2025).
Putra almarhum, Ghazi, menuturkan bahwa ayahnya bersama sang ibu berangkat mendaki gunung pada Selasa, 22 Juli 2025. Keduanya didampingi oleh seorang porter selama pendakian.
“Berangkat ke Jawa itu hari Selasa. Ga langsung ke gunung. Terus ke Bandung, ke daerah Purwokerto, Tegal, karena almarhum itu termasuk ke organisasi,” jelas Ghazi di Sukabumi, Minggu (27/07/2025).
Ia menambahkan bahwa orang tuanya yang sudah berusia di atas 40 tahun memilih menyewa porter karena faktor usia.
Ghazi menceritakan, kedua orang tuanya memang memiliki hobi berpetualang di alam, khususnya mendaki gunung. Bahkan, tiga minggu sebelumnya mereka juga sempat mendaki Gunung Ciremai.
“Hobi alam dan termasuk mendaki juga. Tapi lebih suka alamnya karena seringnya camping, ke bukit ga hanya gunung,” lanjut Ghazi.
Kabar duka mengenai kepergian ayahnya sampai kepadanya tak lama setelah kejadian. Pihak keluarga kemudian langsung meminta agar jenazah Yuswandi segera dibawa pulang ke Sukabumi. Ghazi pun bergegas menuju Cirebon untuk menjemput jenazah ayahnya.
“Ketemu di Cirebon dengan ambulans, kita berangkat dari Sukabumi jam 01.00, ketemu korban di Cirebon habis subuh jam 05.00, sampai ke sini berangkat dari Cirebon jam 08.00,” tuturnya.
Setibanya di Sukabumi, jenazah almarhum langsung diurus untuk dimakamkan di tanah wakaf Kuttab Al Fatih, Desa Balekambang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Proses pemakaman berlangsung sekitar pukul 08.30 WIB.
“Jam 8 nyampe, habis itu jenazah diproses dimandikan, dikafani, semuanya di tanah wakaf ini di masjid,” ungkap Ghazi.
Yuswandi meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak, yang terdiri dari dua anak perempuan dan seorang anak laki-laki. Selain itu, almarhum juga meninggalkan usaha di bidang penjualan mainan anak-anak. Pihak keluarga menduga bahwa kematian Yuswandi disebabkan oleh kelelahan.
“Keluarga sudah menerima ini sebagai musibah jadi tidak ada kejadian fatal karena hal lain. Sudah takdir qadarullah jadi keluarga pun sudah merelakan dan tidak membawa ke rumah sakit. Sudah tahu ini karena kecapean atau apa,” pungkas Ghazi.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan












