JURNALSUKABUMI.COM – Seorang lansia korban kebakaran bernama Okoy (79) asal Kampung Panjalu, RT. 13/03, Desa Warnasari, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi dikabarkan meninggal dunia pada Jumat (14/02/2025) dini hari saat menjalani perawatan di RSUD R. Syamsudin SH.
Sebelumnya, Okoy menjadi korban sambaran api dan tersiram minyak panas di rumahnya. Ia juga dikabarkan tinggal seorang diri, sehari-hari korban berjualan gorengan untuk memenuhi kebutuhannya. Akibat kejadian itu, korban mengalami 60 persen luka bakar di sekujur tubuhnya.
Kapolsek Sukabumi Iptu Riki Saputra mengatakan, kronologis kejadian berawal dari Ummi Okoy yang sudah berusia lanjut lupa mematikan kompor yang diatasnya terdapat minyak panas dalam wajan bekas membuat gorengan untuk berjualan.
“Pada saat korban ingat dan masuk rumah minyak sudah semakin panas dan menyebabkan saluran gas mengalami kebocoran akhirnya sambaran api keluar menjatuhkan wajan yang mengakibatkan mengenai Ummi Okoy sehingga mengalami luka bakar di sekujur tubuh akibat Sambaran api dan tersiram minyak panas,” ujar Riki dalam keterangannya, Minggu (16/02/2025).
Kemudian korban dilarikan ke IGD RSUD R.Syamsudin Kota Sukabumi untuk mendapatkan perawatan di ruang perawatan khusus luka bakar.
“Setelah mendapatkan perawatan selama kurang lebih satu minggu, pada Jumat (14/02/2025) sekitar pukul 01.00 WIB korban menghembuskan nafas terakhirnya di ruang perawatan RSUD R.Syamsudin Kota Sukabumi,” ungkapnya.
Atas kejadian tersebut, pihaknya menghimbau agar warga untuk selalu berhati-hati dan memeriksa lingkungan sekitar sebelum meninggalkan rumah.
“Menghimbau agar masyarakat selalu waspada dan hati hati tidak teledor terutama saat akan menggunakan atau setelah menggunakannya agar tidak terjadi kejadian serupa,” ucapnya.
Desti (32)cucu dari korban, mengaku tinggal terpisah dari korban, ia pun mengucapkan terimakasih kepada Kapolsek Sukabumi atas segala bentuk pelayanan yang diberikan untuk korban.
“Kami pihak keluarga mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu, terlebih kepada Kapolsek Sukabumi pak Riki, yang dari sejak awal masuk rumah sakit banyak memberikan perhatian kepada almarhumah, apalagi saat kami sedang kebingungan dan kesulitan terkait masalah pembiayaan rumah sakit,” ujarnya.
“Pak Kapolsek yang membantu semua prosesnya hingga Alhamdulillah kami tenang almarhumah mendapat perawatan yang baik dan seluruh pembiayaan gratis dari pemerintah, selama proses perawatan pak Kapolsek sering monitor kondisi almarhumah sampai saat terakhir meninggal dunia” ungkap Desti.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan












