Strategi DPPKB Gandeng DKP dan Disdik: Atasi Stunting Lewat Pendekatan Keluarga

Sabtu, 25 Januari 2025 - 07:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) memainkan peran strategis melalui berbagai program preventif dan edukatif dalam upaya menekan angka stunting di Kabupaten Sukabumi.

Meskipun penanganan stunting bersifat kolaboratif dengan melibatkan dinas lain seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Dinas Ketahanan Pangan, DPPKB fokus pada langkah pencegahan berbasis keluarga.

Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus menjelaskan bahwa DPPKB secara aktif menjalankan program pemberian nutrisi bergizi kepada bayi serta makanan tambahan. Namun, pendekatan mereka tidak hanya berhenti pada bantuan langsung.

“Salah satu program unggulan kami adalah sosialisasi dan edukasi tentang 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK),” ungkapnya.

Program ini menyasar keluarga-keluarga di Kabupaten Sukabumi dengan fokus pada periode kritis sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Pada fase ini, perkembangan organ vital berlangsung pesat, sehingga nutrisi dan perhatian yang cukup dapat mencegah risiko stunting.

DPPKB Kabupaten Sukabumi mengedukasi masyarakat tentang pentingnya asupan gizi seimbang selama 1.000 HPK. Mereka juga memberikan panduan bagi ibu hamil untuk rutin memeriksakan kehamilan, memastikan imunisasi terpenuhi, serta memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi.

“Kami targetkan 96.184 keluarga sebagai sasaran program ini. Melalui kunjungan langsung ke masyarakat, kami melakukan promosi dan edukasi secara intensif,” jelas Uus.

Selain fokus pada kesehatan ibu dan anak, DPPKB Kabupaten Sukabumi juga gencar mempromosikan usia perkawinan ideal, yaitu 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki. Dengan memastikan kesiapan fisik, mental, dan finansial sebelum menikah, risiko stunting pada anak dapat diminimalkan sejak dini.

“Bukan hanya menikah di usia ideal, pasangan juga harus tercatat memiliki buku nikah untuk memastikan perlindungan hukum dan akses kesehatan yang memadai,” tambah Uus.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Star Energy Geothermal Salak Kenalkan Satwa Gunung Salak kepada Pelajar
Gandeng RCC Bandung, UMMI Dongkrak Produktivitas Dosen Lewat Workshop Karya Ilmiah
Kang Anom: PWI Siap Jadi Pengawas SPMB Bersih di Sukabumi
Disdik Sukabumi Pastikan SPMB 2026 Transparan dan Bebas Diskriminasi
ADPUB Goes to Visit, Mahasiswa UMMI Pelajari Sistem Demokrasi di KPU RI
Kemenkes Puji Totalitas Bupati Sukabumi Dorong Fakultas Kedokteran Pertama di Sukabumi
Mahasiswa Hukum NPU Raih Bronze Medal di MEC 8 Lombok, Usung Gagasan Ini!
Bikin Bangga! Dua Siswa Terbaik Sukabumi Lolos Paskibraka Jawa Barat 2026
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:43 WIB

Star Energy Geothermal Salak Kenalkan Satwa Gunung Salak kepada Pelajar

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:57 WIB

Gandeng RCC Bandung, UMMI Dongkrak Produktivitas Dosen Lewat Workshop Karya Ilmiah

Rabu, 27 Mei 2026 - 01:34 WIB

Kang Anom: PWI Siap Jadi Pengawas SPMB Bersih di Sukabumi

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:41 WIB

Disdik Sukabumi Pastikan SPMB 2026 Transparan dan Bebas Diskriminasi

Senin, 25 Mei 2026 - 20:42 WIB

ADPUB Goes to Visit, Mahasiswa UMMI Pelajari Sistem Demokrasi di KPU RI

Berita Terbaru