Pertahankan Hattrick Status UNESCO Global Geopark, BP CPUGGp Kebut Target Revalidasi

Rabu, 15 Januari 2025 - 18:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Badan Pengelola iletuh Palabuhan Ratu UNESCO Global Geopark

i

Tim Badan Pengelola iletuh Palabuhan Ratu UNESCO Global Geopark

JURNALSUKABUMI.COM – Badan Pengelola Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (BP CPUGGp) terus berupaya mempertahankan predikat bergengsi sebagai geopark global dengan status UNESCO.

Rapat perdana kepengurusan baru digelar untuk mempercepat penyelesaian rekomendasi revalidasi UNESCO yang harus diselesaikan paling lambat pada 25 Januari 2025.

Ketua BP CPUGGp, Ade Suryaman mengungkapkan bahwa proses validasi ini menjadi tugas penting yang harus segera dituntaskan oleh tim baru.

“Alhamdulillah, hari ini kami melaksanakan rapat perdana dengan susunan pengurus baru. Ada tiga rekomendasi dari UNESCO yang harus diselesaikan, dan kami memiliki waktu hingga 25 Januari. Geopark ini adalah kebanggaan Kabupaten Sukabumi, minimal harus dipertahankan, bahkan jika bisa lebih baik dari tahun sebelumnya,” ujar Ade, Rabu (15/1/2025).

Untuk memastikan proses berjalan lancar, BP CPUGGp telah membentuk tim khusus yang didukung oleh Surat Keputusan (SK) Bupati Sukabumi.

“Insyaallah, meskipun pasti ada tantangan, kami optimis dapat menyelesaikan rekomendasi ini tepat waktu. Kuncinya adalah kebersamaan dan kerja sama tim,” tambah Ade.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menegaskan komitmennya dalam mendukung akselerasi penyelesaian rekomendasi UNESCO.

“Kami mencoba mempercepat seluruh poin yang direkomendasikan. Besok akan kembali dirapatkan bersama tim khusus untuk memutuskan langkah teknis dalam lima hari ke depan,” jelas Sendi.

Sendi juga menyoroti tantangan yang dihadapi, termasuk pemulihan pariwisata di wilayah CPUGGp yang terdampak bencana.

“Kami harus menyeimbangkan antara pemenuhan kriteria UNESCO dan pemulihan kawasan pariwisata,” tambahnya.

 

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ahmad Fikri

Berita Terkait

8 Tahun Padjadjaran Anyar, Dari Nyukcruk Galur hingga Menjaga Warisan Karuhun
Dari Stok 20 Tahun, Cadangan Padi Adat Ciptamulya Diprediksi Tinggal 5 Tahun Usai Kebakaran
Leuit Kasepuhan Ciptamulya Tinggal Arang, Warga Berjuang Amankan Cadangan Pangan
Api Cepat Merambat di Ciptamulya, Kodim 0622 Sukabumi Bantu Kendalikan Kebakaran
Kasepuhan Ciptamulya Terbakar Hebat, Rumah Adat hingga Permukiman Ludes
Desa Wisata Tegallega Disiapkan Jadi Magnet Baru Pariwisata Sukabumi Selatan
Laka Maut Pasutri di Cijalingan Sukabumi, Suami Tewas Terlindas Truk dan Istri Patah Kaki
Korban Jiwa Kembali Berjatuhan, Tambang Ilegal Masih Marak di Sukabumi

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 18:46 WIB

8 Tahun Padjadjaran Anyar, Dari Nyukcruk Galur hingga Menjaga Warisan Karuhun

Senin, 27 Juli 2026 - 10:37 WIB

Dari Stok 20 Tahun, Cadangan Padi Adat Ciptamulya Diprediksi Tinggal 5 Tahun Usai Kebakaran

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:56 WIB

Leuit Kasepuhan Ciptamulya Tinggal Arang, Warga Berjuang Amankan Cadangan Pangan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:48 WIB

Api Cepat Merambat di Ciptamulya, Kodim 0622 Sukabumi Bantu Kendalikan Kebakaran

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:03 WIB

Kasepuhan Ciptamulya Terbakar Hebat, Rumah Adat hingga Permukiman Ludes

Berita Terbaru