JURNALSUKABUMI.COM – Musibah kebakaran di Kampung Babakan Anyar, RT 01/20, Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, menyisakan kerugian besar bagi warga. Salah satu yang paling terpukul adalah pemilik dua unit sepeda motor yang ikut hangus dalam kobaran api.
Ironisnya, salah satu sepeda motor tersebut disebut baru sekitar satu minggu dibeli. Kendaraan yang masih tergolong baru itu tak sempat diselamatkan ketika api dengan cepat membesar dan merambat ke bagian bangunan lainnya.
Kebakaran terjadi pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 16.12 WIB. Api melanda dua rumah warga, masing-masing milik Herdi Bratama (54), seorang nelayan, dan Choirul (35).
Rumah milik Herdi mengalami kerusakan parah, sedangkan rumah Choirul mengalami kerusakan berat. Selain dua rumah, kobaran api juga menghanguskan dua sepeda motor dan satu sepeda listrik milik warga.
Total kerugian sementara akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp350 juta.
Berdasarkan informasi awal di lokasi, api diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu rumah. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan merambat hingga membakar bagian bangunan lainnya.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi dari Posko 1 Palabuhanratu langsung diterjunkan setelah menerima laporan. Sebanyak empat unit kendaraan pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api.
Danpos 1 Palabuhanratu, Amirudin Haq, mengatakan petugas langsung melakukan pemadaman begitu tiba di lokasi.
“Petugas langsung melakukan upaya pemadaman. Setelah api berhasil dikendalikan, kami juga melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran kembali,” ujar Amirudin Haq.
Petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan api sekitar pukul 17.30 WIB. Proses dilanjutkan dengan pendinginan dan pengecekan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang kembali menyala.
Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi warga mengenai pentingnya memastikan kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing. Korsleting listrik menjadi salah satu potensi yang dapat memicu kebakaran dan menyebarkan api dengan cepat, terutama ketika bangunan berdempetan.
Amirudin Haq mengimbau masyarakat rutin memeriksa instalasi listrik, tidak menggunakan kabel atau peralatan listrik yang rusak, serta menghindari penggunaan terlalu banyak colokan dalam satu sumber listrik.
“Warga diminta memastikan instalasi listrik dalam kondisi baik, tidak menggunakan kabel atau peralatan listrik yang rusak, serta tidak menumpuk penggunaan colokan listrik secara berlebihan,” ujarnya.
Masyarakat juga diminta segera memutus aliran listrik dan menghubungi petugas pemadam apabila menemukan tanda-tanda yang mengarah pada kebakaran.
Jika kebakaran terjadi, warga diimbau tidak panik dan segera menyelamatkan diri ke tempat aman. “Keselamatan warga harus menjadi prioritas sebelum berupaya menyelamatkan barang-barang dari dalam rumah,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan











