Akibat Konsumsi Jamur Liar, Begini Penjelasan Korban Keracunan Massal di Bantargadung

Rabu, 25 Desember 2024 - 12:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Belasan warga Kampung Kebon Kalapa, Desa Limusnunggal, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, dilarikan ke puskesmas setelah mengalami keracunan akibat mengonsumsi jamur liar. Insiden ini terjadi pada Selasa (24/12/2024) sekitar pukul 18.30 WIB.

Sebanyak tujuh orang dirujuk ke RSUD Palabuhanratu karena kondisinya lebih parah, sementara korban lainnya dirawat di puskesmas terdekat. Gejala yang dialami para korban meliputi mual, muntah, diare, pusing, dan keringat berlebih.

Agus (42), salah satu korban yang mengalami keracunan, menceritakan detik-detik kejadian yang menimpa dirinya dan keluarganya. Jamur yang mereka konsumsi diambil dari kebun milik saudara mereka.

“Istri saya masak jamur itu. Awalnya saya sempat ragu, tapi karena sudah dimasak dan terlihat seperti jamur kuping yang biasa dimakan, ya saya ikut makan. Tidak lama setelah makan, saya langsung merasa mual, tubuh panas, dan keringat mulai bercucuran,” ujar Agus yang ditemui di RSUD Palabuhanratu, Rabu (25/12/2024).

Kondisi semakin memburuk ketika anak dan istrinya juga menunjukkan gejala serupa. “Anak muntah-muntah, istri juga lemas. Saya sudah tidak kuat, tapi tetap berusaha mencari pertolongan dan obat. Rasanya benar-benar parah,” tambahnya.

Dokter jaga IGD RSUD Palabuhanratu, Raditya Nugraha, mengonfirmasi bahwa tujuh pasien yang dirujuk ke rumah sakit menunjukkan gejala keracunan makanan. Berdasarkan hasil anamnesis, keracunan tersebut disebabkan oleh konsumsi jamur liar yang tidak dikenal.

“Rata-rata pasien datang dalam kondisi syok, tensi rendah, dan tubuh sangat lemah. Salah satu pasien, Pak Emo, memerlukan penanganan lebih intensif karena kondisinya lebih buruk dibandingkan yang lain,” jelas Raditya.

Saat ini, enam dari tujuh pasien yang dirujuk telah stabil, sementara satu pasien masih dalam observasi intensif.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 
Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Wabup Andreas Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Pemkab Sukabumi Perkuat Penanganan
Puluhan Rumah Rusak, Wabup Andreas Bakal Temui Warga Terdampak di Cicurug
Jalur Air Warga Ditutup Urugan, Kekhawatiran Banjir Mengintai Kampung Mariuk Simpenan 
Soal Lahan Parkir Pasar Palabuhanratu Bergolak, Ini Sikap Masing-masing Pihak!
Usai Angin Kencang Terjang Cicurug, Bupati Asep Japar Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Wabup Andreas Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Pemkab Sukabumi Perkuat Penanganan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Puluhan Rumah Rusak, Wabup Andreas Bakal Temui Warga Terdampak di Cicurug

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Jalur Air Warga Ditutup Urugan, Kekhawatiran Banjir Mengintai Kampung Mariuk Simpenan 

Berita Terbaru