DLH: Brangkal dan Guguran Cor Penyebab Genangan di Alun-alun Gadobangkong

Selasa, 17 Desember 2024 - 00:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Jalan Raya Palabuhanratu–Cisolok yang kerap tergenang setiap hujan deras akhirnya mendapat perhatian serius dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi.

Setelah melakukan investigasi, ditemukan bahwa penyebab utama genangan air di depan Alun-alun Gadobangkong adalah tumpukan brangkal kayu, batu, dan guguran cor yang menyumbat saluran air.

Kepala DLH Kabupaten Sukabumi, Prasetyo, mengungkapkan pihaknya telah mengirim tim Unit Reaksi Cepat (URC) untuk menyelidiki saluran air di bawah Alun-alun Gadobangkong. Hasilnya, saluran yang seharusnya lancar terhambat oleh material yang menumpuk hingga kedalaman 100 meter.

“Tim kami masuk menyusuri saluran hingga 100 meter. Pada kedalaman 50 meter, kami menemukan banyak brangkal kayu dan batu yang memadati saluran. Kemudian, di kedalaman 100 meter, kami menemukan guguran cor yang hampir menutup total aliran air,” kata Prasetyo.

Proses pembersihan dilakukan langsung di lokasi oleh tim URC DLH tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap, mengingat situasi yang mendesak. Semua material yang menyumbat, mulai dari brangkal hingga guguran cor, berhasil dievakuasi.

“Kami tidak tahu pasti dari mana asal brangkal tersebut. Namun, guguran cor di kedalaman 100 meter jelas menjadi penyebab utama menyempitnya saluran air. Padahal, gorong-gorong ini sebenarnya cukup besar,” jelas Prasetyo.

Bau menyengat dari amoniak dan material yang membusuk di dalam saluran menambah tantangan bagi tim di lapangan. Namun, dengan dedikasi penuh, mereka berhasil menuntaskan misi tersebut.

Setelah pembersihan, Prasetyo optimis genangan air yang sering mengganggu pengguna jalan dan warga sekitar dapat diminimalkan, bahkan dihilangkan.

“Kami pastikan genangan yang kerap terjadi di depan Alun-Alun Gadobangkong tidak akan terulang lagi, asalkan saluran tetap bersih dan terpelihara,” ujarnya.

Prasetyo juga berharap masyarakat dan pihak terkait dapat bekerja sama menjaga kebersihan saluran air.

“Penyumbatan saluran seringkali terjadi akibat sampah atau material yang tidak semestinya berada di sana. Kesadaran bersama sangat diperlukan,” tambahnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Fokus Rancang Regulasi, Hergun Minta Kemendagri Bersama Kemensetneg dan BSKDN Rampungkan RPP Desartada dan Penataan Daerah
Disnakertrans Dorong Perlindungan Pekerja SPPG, Ratusan Relawan Diupayakan Masuk BPJS
ABPEDNAS Cetak Sejarah, Raih 100 Ribu Anggota Bertepatan Hari Lahir Pancasila 2026
Pancasila di Tengah Tantangan Zaman, Pesan Bupati Sukabumi untuk Generasi Muda
DP3A Sukabumi Dorong Generasi Bebas Diskriminasi Melalui Program Cager
PLN UP3 Sukabumi Salurkan 6 Sapi dan 1 Kambing Kurban, Ribuan Warga Rasakan Manfaat Idul Adha
Membusuk di Pembaringan Selama 31 Tahun, Keluarga Terharu saat Bupati Sukabumi Datang ke Rumah Ahmad Yani
SMSI Dukung ADI Perjuangkan Kelayakan Gaji Dosen

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:40 WIB

Fokus Rancang Regulasi, Hergun Minta Kemendagri Bersama Kemensetneg dan BSKDN Rampungkan RPP Desartada dan Penataan Daerah

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:34 WIB

Disnakertrans Dorong Perlindungan Pekerja SPPG, Ratusan Relawan Diupayakan Masuk BPJS

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:26 WIB

ABPEDNAS Cetak Sejarah, Raih 100 Ribu Anggota Bertepatan Hari Lahir Pancasila 2026

Senin, 1 Juni 2026 - 12:57 WIB

Pancasila di Tengah Tantangan Zaman, Pesan Bupati Sukabumi untuk Generasi Muda

Senin, 1 Juni 2026 - 12:14 WIB

DP3A Sukabumi Dorong Generasi Bebas Diskriminasi Melalui Program Cager

Berita Terbaru