Tanggap Darurat Bencana Kab. Sukabumi: Tiga Kecamatan Diperpanjang,  Lainnya Fase Transisi

Selasa, 17 Desember 2024 - 20:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Rapat koordinasi kebencanaan dipimpin oleh Bupati Sukabumi, Marwan Hamami bersama BNPB, Dandim dan Polres Sukabumi yang diselenggarakan di Gedung Negara Pendopo Sukabumi, tepatnya di ruas jalan raya ahmad Yani, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi pada Selasa (17/12/2024).

Dari 39 kecamatan yang terdampak bencana alam tersebut, tiga kecamatan telah ditetapkan sebagai daerah perpanjangan Tanggap Darurat Bencana (TDB). Sementara, 36 kecamatan lainnya masuk pada fase transisi.

“Hari ini kita melakukan evaluasi untuk melihat apakah status kebencanaan bisa berlanjut atau tidak. Kami melakukan kajian di lapangan sebagai bahan catatan penting,” kata Bupati Marwan Hamami.

Dari 36 kecamatan yang kini berada dalam zona transisi, mereka akan menjalani rehabilitasi dalam jangka waktu selama 3 bulan. Sementara untuk tiga kecamatan yang mendapat perpanjangan tanggap darurat bencana, yaitu Kalibunder, Tegalbuleud, dan Pabuaran dan masa perpanjangan akan berlangsung selama 7 hari kedepan.

Menurut Marwan, meski sudah ada perbaikan, tiga kecamatan yang masuk perpanjangan TDB tersebut, masih menghadapi kendala, terutama terkait infrastruktur yang belum sepenuhnya pulih, serta adanya pengungsi yang masih berada di tempat penampungan.

“Ketiga kecamatan ini memang belum normal sepenuhnya, terutama infrastruktur yang belum bisa dilalui oleh kendaraan roda empat. Sehingga kami perlu memastikan akses kembali terbuka untuk mempercepat proses pemulihan,” jelasnya.

Bantuan untuk kecamatan yang sudah memasuki zona transisi tetap akan terus diberikan. Pihaknya juga mengungkapkan bahwa total kerugian materi akibat bencana alam ini hampir mencapai Rp200 miliar, tepatnya sekitar Rp180 miliar lebih.

Mengenai hunian darurat bagi warga terdampak, dia menjelaskan, bahwa hal tersebut harus dikonfirmasi lebih lanjut kepada Sekda Kabupaten Sukabumi.

Selain itu, organisasi Darut Tauhid juga berencana membantu dalam penyediaan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana alam tersebut.

Untuk mengantisipasi potensi bencana di kemudian hari, menurutnya, pihak Geologi tengah melakukan kajian lapangan. Salah satunya adalah di kawasan Palabuhanratu yang disarankan untuk direlokasi.

“Beberapa kecamatan, seperti Sagaranten, sudah dinyatakan aman dan masuk zona hijau. Namun, ada daerah lain, seperti di Kecamatan Cikembar Desa Sukamaju, yang kondisi tanahnya sudah sangat mengkhawatirkan dan mungkin perlu relokasi,” pungkasnya.

Reporter: Fira AFS I Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Pasca Konser TerAmbyar Fest, Stadion Surya Kencana Sukabumi Rusak dan Dipenuhi Lumpur
Anggaran Rp12,6 Miliar Jembatan Cibeureum Disorot, DPRD Kota Sukabumi Minta Dibahas Ulang
LSM Gapura Desak Kejari Periksa Proyek Air Minum ‘Bobrok’ di Caringin
Banjir Luapan Sungai Rendam 20 Rumah di Cibadak
Longsor di Sukalarang Sukabumi, Satu Warga Meninggal Dunia
Bupati Sukabumi dan Penasihat Presiden Resmikan Huntap untuk Korban Bencana
Sampah di Padaasih Cisaat Identik dari SPPG, Ilyas: Kami Tetap Turun Bersihkan!
Cuaca Ekstrem, TPT Irigasi di Kadulawang Sukabumi Ambruk Timpa Rumah Warga

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 17:23 WIB

Pasca Konser TerAmbyar Fest, Stadion Surya Kencana Sukabumi Rusak dan Dipenuhi Lumpur

Minggu, 19 April 2026 - 18:36 WIB

Anggaran Rp12,6 Miliar Jembatan Cibeureum Disorot, DPRD Kota Sukabumi Minta Dibahas Ulang

Minggu, 19 April 2026 - 13:05 WIB

LSM Gapura Desak Kejari Periksa Proyek Air Minum ‘Bobrok’ di Caringin

Sabtu, 18 April 2026 - 20:57 WIB

Banjir Luapan Sungai Rendam 20 Rumah di Cibadak

Kamis, 16 April 2026 - 20:39 WIB

Longsor di Sukalarang Sukabumi, Satu Warga Meninggal Dunia

Berita Terbaru

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777