Hujan Deras, Puluhan Rumah di Kota Sukabumi Dilanda Banjir

Minggu, 10 Mei 2020 - 16:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Hujan deras yang terjadi sejak Minggu (10/05/2020) siang, mengakibatkan beberapa titik di Kota Sukabumi dilanda banjir.

Informasi yang dihimpun, bencana itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, akibatnya puluhan rumah hingga tempat sarana beribadah terendam banjir dengan ketinggian mencapai 80 centimeter

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain Barhami, mengatakan lokasi yang terdampak banjir yakni di antaranya berada di Jalan Lio Santa, Citamiang, Limusnunggal, Cibeurem dan Baros.

“Akibat kejadian sejumlah rumah terendam dan juga tempat ibadah, Ketinggian banjir di beberapa lokasi bervariasi, mulai dari 30 cm sampai dengan 80 cm,” kata Zulkarnain kepada Jurnalsukabumi.com

Salah satu titik banjir. Foto: rikirahardian/jurnalsulabumi.com

Zulkarnain menyebut banjir tersebut di sebabkan oleh luapan air sungai yang tidak bisa menampung debit air cukup tinggi, akibat curah hujan yang terus mengguyur sejak Minggu siang.

“Ada beberapa faktor. Pertama curah hujan tinggi dengan intensitas lama sehingga terjadi luapan air sungai, serta tata aliran air yang masih kurang bagus,” ujarnya

Sementara lanjut Zulkarnain, peristiwa yang terjadi di Jalan Lio Santa Kelurahan Cikondang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, itu akibat luapan air sungai lantaran terhalang oleh bangunan salah satu universitas yang hampir memakan sebagian aliran sungai di area itu.

“Luapan air itu karena terhalang bangunan di kampus STAI karena bangunan nya hampir sepadan sungai sehingga meluap,” imbunya.

Hingga saat ini kata dia petugas BPBD masih berada di lokasi, maelakukan penyedotan air yanga masuk kerumah di bantu oleh warga sekitar. Sementara untuk estimasi kerugian yang di alami korban pihaknya masih dalam melakukan pendataan.

“Ya, di sedot dulu air nya biar tidak terlalu lama masuk rumah, jika mengharuskan evakuasi warga ya di evakuasi,” tandasnya.

Reporter: Riki Rahardian

Redaktur: Yoga Arya Suhada

Berita Terkait

Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi
Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Kebun Jati Sukabumi
Dua Remaja Terseret Ombak Pantai Cibuaya Ditemukan Tewas
Budi Azhar Minta Gubernur Segera Terbitkan Petunjuk Teknis Layanan RS Tanpa BPJS
Video Bocah Menangis Minta MBG Viral, SPPG Polres Gegerbitung 3 Ungkap Alasan Distribusi Terhenti? 
Menaker Buka Pelatihan TMT ABT Batch 2, Targetkan Perluasan Kesempatan Kerja di Sukabumi
Sejumlah Negara ASEAN Sepakat Lindungi Karya Jurnalistik dari Eksploitasi Platform Digital dan AI
Wamen BKKBN Isyana Bagoes Oka Tinjau Penanganan Stunting di Sukabumi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:37 WIB

Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Kebun Jati Sukabumi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Dua Remaja Terseret Ombak Pantai Cibuaya Ditemukan Tewas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Budi Azhar Minta Gubernur Segera Terbitkan Petunjuk Teknis Layanan RS Tanpa BPJS

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Video Bocah Menangis Minta MBG Viral, SPPG Polres Gegerbitung 3 Ungkap Alasan Distribusi Terhenti? 

Berita Terbaru

HEADLINE

Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi

Selasa, 13 Okt 2026 - 16:37 WIB

HEADLINE

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Kebun Jati Sukabumi

Selasa, 13 Okt 2026 - 16:00 WIB