Nelayan Hilang di Tegalbuleud Ditemukan Tewas di Pantai Cikole

Kamis, 17 Oktober 2024 - 12:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Rahmat, salah satu dari tiga nelayan yang dilaporkan hilang setelah terjatuh ke laut ditemukan tewas di Pantai Cikole, Desa Wangunjaya, Kecamatan Argabinta, Kabupaten Cianjur pada Kamis (17/10/2024).

Rahmat, warga Kampung Babakan Panjang, Desa Buniasih, dilaporkan hilang sejak Rabu (16/10/2024) bersama dua nelayan lainnya akibat hempasan ombak besar di Jembatan Besi eks tambang PT SBP, Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud.

Ketiganya terjatuh dari dermaga yang sudah rusak saat hendak menangkap ikan. Gelombang besar menghantam jembatan yang terhubung ke dermaga tersebut, membuat Rahmat dan dua rekannya terlempar ke laut.

“Proses pencarian yang melibatkan tim gabungan, termasuk Polairud Polres Sukabumi, Basarnas, BPBD, dan nelayan setempat, membuahkan hasil pada Kamis pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Jenazah Rahmat ditemukan oleh nelayan yang sedang berada di sekitar Pantai Cikole,” ujar AKP Tenda Sukendar, Kasat Polairud Polres Sukabumi.

Menurut AKP Tenda, jenazah Rahmat segera dievakuasi oleh tim gabungan setelah ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Proses pencarian dilakukan selama lebih dari 24 jam, namun cuaca buruk dan tingginya ombak dengan ketinggian mencapai 3-5 meter memperlambat upaya penyelamatan.

“Saat kejadian, Rahmat bersama sejumlah nelayan lainnya berada di dermaga yang kondisinya sudah tidak layak. Ombak besar yang datang secara tiba-tiba menghantam mereka, menyebabkan tiga orang terjatuh ke laut. Rahmat adalah satu di antaranya,” jelas AKP Tenda.

Pihak berwenang juga menyampaikan bahwa pencarian terhadap dua nelayan lainnya masih berlangsung, meski cuaca buruk terus menjadi hambatan utama. Koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemilik kapal besar di Pelabuhanratu, telah dilakukan untuk mempercepat proses pencarian.

“Kami terus berupaya untuk menemukan dua korban lainnya. Kondisi gelombang laut yang tinggi menjadi tantangan terbesar dalam proses ini,” tutup AKP Tenda.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Deretan Pedagang Oleh-oleh di Pamuruyan Kembali Disorot, Pengawasan Satpol PP?
Bodi Truk Menjepit Kaki Sopir, Combi Tool hingga alat penarik Dikerahkan untuk Evakuasi Korban
Truk Box Bermuatan Pupuk Terguling di Palabuhanratu, Sopir Terjepit
Pengemudi Toyota Rush Penabrak Lima Pejalan Kaki di Parungkuda Diamankan Polisi
Pria Tertemper KA Pangrango di Parungkuda Alami Luka di Kepala
Jaga Harmoni Bersama Warga, DLH Tekankan Pengelolaan Lingkungan bagi Usaha Peternakan
Serangan Lalat dan Bau Tak Kunjung Hilang, Warga Nagrak Desak Tutup Permanen
Pria 28 Tahun di Nagrak Ditemukan Gandir, Polisi Temukan Pesan Terakhir

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Deretan Pedagang Oleh-oleh di Pamuruyan Kembali Disorot, Pengawasan Satpol PP?

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Bodi Truk Menjepit Kaki Sopir, Combi Tool hingga alat penarik Dikerahkan untuk Evakuasi Korban

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Truk Box Bermuatan Pupuk Terguling di Palabuhanratu, Sopir Terjepit

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Pengemudi Toyota Rush Penabrak Lima Pejalan Kaki di Parungkuda Diamankan Polisi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Pria Tertemper KA Pangrango di Parungkuda Alami Luka di Kepala

Berita Terbaru