Kehadiran 41 Makam di Palabuhanratu, Pemerintah Bakal Musnahkan Jika Terbukti Palsu

Jumat, 23 Agustus 2024 - 06:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kepala Desa Citepus, Koswara, menyatakan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan mengenai keberadaan makam-makam palsu yang ditemukan di wilayah Katapang Condong, Kampung Baru, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu.

Koswara menyatakan bahwa jika terbukti benar, makam-makam tersebut akan segera dimusnahkan untuk menghindari keresahan lebih lanjut di masyarakat.

“Kami baru mengetahui dari pemberitaan yang beredar bahwa di lokasi tersebut ada makam-makam palsu. InsyaAllah besok kami akan segera menindaklanjuti beserta tokoh masyarakat dan tokoh agama ke lapangan. Jika terbukti, makam-makam itu akan kami musnahkan,” ujar Koswara, Kamis (22/8/2024).

Koswara menambahkan bahwa tanah tempat ditemukannya makam-makam palsu tersebut merupakan tanah garapan milik sebuah hotel lokal. Tanah tersebut diurus oleh sepasang suami istri asal Banten yang telah mendapatkan izin dari pemilik tanah untuk menggarapnya.

Namun, ketika dihubungi terkait penemuan makam palsu, penggarap tanah tersebut mengaku tidak mengetahui keberadaan makam-makam itu dan merasa terkejut.

“Akan kami konfirmasi terlebih dahulu kepada penggarap. Jika benar makam-makam itu dibuat tanpa sepengetahuan dan seizin mereka, maka langkah selanjutnya adalah segera memusnahkan makam-makam palsu tersebut,” tambah Koswara.

Penemuan makam palsu ini bermula dari laporan warga Palabuhanratu yang menemukan sekitar 41 tumpukan batu yang disusun menyerupai makam di lahan tersebut.

Selain tumpukan batu, warga juga menemukan satu makam yang tampaknya dikeramatkan, dilengkapi dengan kain putih dan atap asbes. Kejadian ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat setempat, yang khawatir makam-makam palsu ini bisa disalahgunakan.

Koswara menegaskan pentingnya tindakan cepat untuk menyelesaikan masalah ini. “Kami tidak ingin ada praktik yang menyimpang dari ajaran agama Islam di wilayah kami. Karena itu, kami akan bertindak tegas jika ditemukan pelanggaran,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Palabuhanratu Deni Yudono mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Forkopimcam. Pihaknya akan langsung menindaklanjuti terkait ramainya makam makam tersebut.

“Udah di koordinasikan dengan pihak pemdes,” singkat Deni.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dua Warga Nagrak Korban Pembacokan Masih Dirawat di Rumah Sakit
Truk Hino Tabrak 4 Kendaraan di Cibadak, Sempat Mundur dan Hantam Mobil di Belakang
Dua Pemotor Tertabrak Kereta Pangrango di Benteng Sukabumi Meninggal Dunia, Ini Identitasnya!
Dua Pemotor Wanita Tertabrak Kereta di Benteng Sukabumi hingga Kritis
Bikin Resah, Monyet Mulai Turun ke Pemukiman Warga di Parakansalak
Truk Bermuatan Gantungan Baju Terbakar di Pamuruyan, Asap Hitam Picu Kepanikan
Truk Bermuatan Penuh Bambu Terguling di Tanjakan Baeud Warungkiara
Pedagang Asongan Kritis Setelah Tertabrak Mobil di Exit Tol Parungkuda

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:15 WIB

Dua Warga Nagrak Korban Pembacokan Masih Dirawat di Rumah Sakit

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:46 WIB

Truk Hino Tabrak 4 Kendaraan di Cibadak, Sempat Mundur dan Hantam Mobil di Belakang

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:49 WIB

Dua Pemotor Tertabrak Kereta Pangrango di Benteng Sukabumi Meninggal Dunia, Ini Identitasnya!

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:58 WIB

Dua Pemotor Wanita Tertabrak Kereta di Benteng Sukabumi hingga Kritis

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:33 WIB

Bikin Resah, Monyet Mulai Turun ke Pemukiman Warga di Parakansalak

Berita Terbaru

PERISTIWA

Dua Warga Nagrak Korban Pembacokan Masih Dirawat di Rumah Sakit

Jumat, 12 Jun 2026 - 11:15 WIB