Di Balik Puing Ciptamulya, Mak Utiah Cari Sisa Barang dari Rumah yang Hilang

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Langkah Mak Utiah (65) terhenti saat kembali ke rumahnya di Kampung Adat Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Bukan lagi melihat rumah tempat ia tinggal bersama empat anaknya, melainkan hanya hamparan puing bekas kebakaran yang menyisakan abu dan benda-benda yang tak sempat diselamatkan.

Saat kejadian kebakaran, Mak Utiah sedang pergi melayat bersama anak-anaknya di wilayah Sirnaresmi. Ia tidak menyangka, hanya dalam hitungan menit rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung keluarganya sudah berubah menjadi arang.

“Nuju ngalayad di Sirnaresmi. Pas balik deui, kira-kira 15 sampai 20 menit, bumi tos teu aya (saat pulang, sekitar 15 sampai 20 menit, rumah sudah tidak ada),” tutur Mak Utiah sambil mencari barang sisa reruntuhan, Minggu (26/7/2026).

Sepulang dari melayat, Mak Utiah bersama anak-anaknya langsung menuju lokasi rumah. Namun api sudah melahap hampir seluruh bagian bangunan. Tidak ada barang berharga yang berhasil diselamatkan.

Kini, di tengah puing yang masih berserakan, Mak Utiah hanya bisa mencari sisa-sisa barang yang mungkin masih dapat digunakan. Tangannya memilah benda-benda yang tersisa dari reruntuhan rumahnya.

Ia memperlihatkan beberapa peralatan yang ditemukan. Sebagian benda masih terasa panas akibat terbakar api. Yang tersisa hanya barang-barang berbahan keras seperti seng, peralatan makan dari besi, serta pecahan kaca dan piring yang berserakan di tanah.

“Parabot sadayana leungit (semua perabotan hilang),” katanya

Di balik kepulan asap yang mulai hilang, Mak Utiah kini menghadapi kenyataan harus memulai kembali dari nol. Bersama empat anaknya, ia hanya mampu bertahan sambil berharap bantuan dan kepedulian dari berbagai pihak.

“Muhun se’ep da sadayana (habis semua harta beda termasuk rumah),” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua
Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu
Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 
Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Wabup Andreas Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Pemkab Sukabumi Perkuat Penanganan
Puluhan Rumah Rusak, Wabup Andreas Bakal Temui Warga Terdampak di Cicurug
Jalur Air Warga Ditutup Urugan, Kekhawatiran Banjir Mengintai Kampung Mariuk Simpenan 
Soal Lahan Parkir Pasar Palabuhanratu Bergolak, Ini Sikap Masing-masing Pihak!

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Wabup Andreas Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Pemkab Sukabumi Perkuat Penanganan

Berita Terbaru