JURNALSUKABUMI.COM – Rumah lansia di Kampung Pasirgaling RT. 07/03, Desa Citanglar, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi reot dan nyaris ambruk.
Rumah panggung yang dihuni oleh lansia bernama Mak Edah (65) dan anak-anaknya terlihat usang dan hampir roboh pada bagian atapnya, serta pertama kali mencuri perhatian publik setelah fotonya beredar di media sosial
Edah yang tinggal bersama anak laki-lakinya, Suwaci, mengalami kondisi kehidupan yang sangat sulit. Edah sendiri menderita kelumpuhan sehingga tidak bisa beraktivitas, sementara Suwaci mengalami keterbatasan penglihatan dan mengidap penyakit kusta.
Selama ini, mereka hanya bisa bergantung pada bantuan dari para tetangga karena Edah tidak mendapat Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari pemerintah.
“Ngandelin pemberian tetangga klo untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Endah, Selasa (30/7/2024).
Kondisi semakin parah karena rumah mereka berada di kawasan yang sulit mendapatkan air bersih selama musim kemarau. Hal ini menyebabkan Edah dan anaknya jarang mandi, sebagaimana diakui Edah saat ditemui di rumahnya yang reyot.
“Tong boroning abdi anu teu damang (jangankan saya yang sakit), tatanggi anu sanes ge tara kenging cai (tetangga lain pun tidak mendapatkan air), ” kata Edah.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Desa Citanglar, Surahman, menyatakan bahwa pihaknya langsung merespons laporan mengenai kondisi rumah Edah. Pemerintah desa bersama masyarakat setempat segera bergotong royong untuk memperbaiki rumah tersebut.
“Siang itu juga kami pemdes bersama tokoh Citanglar mengambil langkah untuk bergotong royong,” ungkap Surahman.
Surahman juga mengonfirmasi bahwa meskipun Edah tidak mendapatkan BPNT, keluarganya telah menerima bantuan dari BLT Dana Desa setiap tahunnya sejak tahun 2022.
“Dari tahun 2022, yang bersangkutan sudah menjadi penerima manfaat BLT Dana Desa, kalau BPNT tidak dapat,” jelasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












