Kasus Oknum Guru Cekik Anak SD di Palabuhanratu Masuk Tahap Penyidikan

Jumat, 19 Juli 2024 - 13:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan seorang oknum guru di Sekolah Dasar wilayah Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, terus bergulir.

Jajat Sudrajat, orang tua korban, mengungkapkan kekhawatirannya dan mendesak agar pelaku segera ditangkap.

“Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) sudah keluar. Saya berharap pelaku segera ditangkap karena kasus ini sudah berjalan hampir dua bulan,” ujar Jajat, Jumat (19/7/2024).

Menurut Jajat, pihak terlapor sempat berkoordinasi, namun kasus ini telah dilimpahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib.

“Kami mengikuti prosedur yang berlaku. Kondisi anak saya juga sudah diberikan motivasi agar tetap bersekolah meskipun dia merasa takut dan kemungkinan mengalami trauma,” tambahnya.

Sementara itu, Kanit PPA Polres Sukabumi, Ipda Sidik Zaelani, menyebutkan bahwa pihak kepolisian telah menaikkan status kasus ini dari penyelidikan ke penyidikan.

“Sekarang ini sedang dalam tahapan penyidikan untuk menentukan tersangka terhadap dugaan perkara kekerasan terhadap anak di bawah umur,” jelas Ipda Sidik Zaelani.

Kasus ini mencuat setelah oknum guru berinisial T diduga mencekik seorang siswa kelas V, berinisial MPI (12), pada Jumat (31/5/2024). Polisi kini telah memanggil sejumlah saksi untuk memberikan keterangan lebih lanjut terkait kejadian tersebut, termasuk Kepala Sekolah SDN, U. Sehabudin.

“Ini pemanggilan kedua sebagai saksi. Yang dipertanyakan itu barangkali ada lebih keterangan atau kekurangan, saya jawab tidak ada sudah cukup,” ucap U. Sehabudin.

U. Sehabudin menekankan pentingnya penyelesaian cepat dan adil dari kasus ini. Dia juga berharap agar kasus ini menjadi pembelajaran bagi seluruh guru untuk lebih profesional dalam mendidik anak-anak.

“Mudah-mudahan ada penyelesaian yang baik. Tapi ini ada hikmahnya buat saya sebagai pembelajaran untuk ke depan. Bahwa guru itu harus benar-benar profesional mendidik anak dengan hati, peduli, dan kasih sayang. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dua Perusahaan Tambang di Sukabumi Didesak Bertanggung Jawab, Hak Ratusan Pekerja Belum Tuntas
Palabuhanratu Identik Kota Ikan, Kini Nelayan Justru Makin Sulit Mendapat Tangkapan
Perairan Sukabumi Diawasi Ketat Tangkal Migran Gelap hingga Kejahatan Lintas Negara
Pantai Karang Pamulang Dinilai Kian Kumuh, Wisatawan Asing Batalkan Pesanan Hotel 
Gerakan Wakaf 1 Juta Al-Qur’an Jadi Ikhtiar Perluas Syiar Islam di Sukabumi
Terminal Tipe B Palabuhanratu Jadi Potret Buram Infrastruktur Penyangga Wisata Sukabumi
Jangan Tertipu Jalan Lurus! Belokan Phopo Jadi Titik Rawan Kecelakaan di Cisolok
Gagal Nanjak, Truk Singkong Terguling di Sukabumi

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:41 WIB

Dua Perusahaan Tambang di Sukabumi Didesak Bertanggung Jawab, Hak Ratusan Pekerja Belum Tuntas

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:19 WIB

Perairan Sukabumi Diawasi Ketat Tangkal Migran Gelap hingga Kejahatan Lintas Negara

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:17 WIB

Pantai Karang Pamulang Dinilai Kian Kumuh, Wisatawan Asing Batalkan Pesanan Hotel 

Rabu, 8 Juli 2026 - 15:00 WIB

Gerakan Wakaf 1 Juta Al-Qur’an Jadi Ikhtiar Perluas Syiar Islam di Sukabumi

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:44 WIB

Terminal Tipe B Palabuhanratu Jadi Potret Buram Infrastruktur Penyangga Wisata Sukabumi

Berita Terbaru