JURNALSUKABUMI.COM – Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 pada 29 Agustus 2024, Kabupaten Sukabumi akan menggelar acara khusus di Salabintana, Kecamatan Sukabumi.
Peringatan tahun ini akan mengambil tema “Kolaborasi Untuk Ekonomi,” sejalan dengan tema nasional “Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas.”
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Uus Firdaus, mengungkapkan bahwa acara tersebut akan menampilkan Program Gelar Dagang Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA).
Program ini bertujuan untuk memamerkan produk-produk dari keluarga akseptor dan memberikan pelatihan untuk meningkatkan potensi mereka.
“Tema kita nanti Kolaborasi Untuk Ekonomi. Sesuai tema nasional, yakni Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas. Kita ingin memberikan sesuatu bagi warga masyarakat dari Pak Bupati nanti,” kata Uus, Kamis (18/7/2024).
Uus menjelaskan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan BPR Sukabumi melalui program Sahabat Mikro. Program ini menawarkan bantuan pinjaman modal kerja bagi keluarga akseptor dengan bunga rendah sebesar 0,5 persen.
“Kita sudah kerja sama dengan BPR Sukabumi, dengan program Sahabat Mikro. Jadi bantuan pinjaman melalui BPR untuk modal kerja nantinya,” terangnya.
Menurut Uus, para pegawai lapangan DPPKB Kabupaten Sukabumi akan dilibatkan dalam memilih produk keluarga akseptor yang layak untuk ditampilkan dalam Gelar Dagang mendatang. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa bantuan modal diberikan kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan dan layak menerima.
“Mudah-mudahan dengan adanya program ini, kita bisa mengeliminasi dampak dari bank emok, pinjol, dan lainnya. Sehingga outcome-nya kesejahteraan keluarga bisa meningkat dengan kolaborasi dengan BPR, Disdagin, serta pelatihan melalui BLK (Balai Latihan Kerja),” jelas Uus.
Sebanyak 25 kelompok UPPKA akan dilatih dalam program ini. BPR Sukabumi akan bekerja sama dengan DPPKB dalam proses screening untuk menentukan siapa yang akan menerima bantuan modal. Rencananya, setiap kecamatan akan mengirimkan dua kelompok UPPKA untuk berpartisipasi dalam program ini.
“Yang dilatih nanti 25 UPPKA. Tapi untuk bantuan modal nanti ada screening dari BPR kerja sama dengan kita di lapangan. Kemudian nanti setelah diproses, tahapan selanjutnya pemilihan siapa yang lebih dahulu diberi pinjaman. Rencananya dari setiap kecamatan ada dua kelompok UPPKA,” tambah Uus.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












