Kisah Haru Sang Ibu dari Korban Keracunan di Sukabumi

Kamis, 13 Juni 2024 - 14:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kesedihan mendalam menyelimuti Homisah (39), seorang warga Kampung Singaparna, Desa Mekartanjung, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi.

Ia baru saja kehilangan anak keduanya, Nasyifa Rahayu (9), yang meninggal dunia setelah diduga mengonsumsi nasi bok dari acara syukuran hajatan pra pernikahan di Kampung Cimanggir, Kecamatan Sagaranten.

Kini, Homisah harus mendampingi anak pertamanya, Neng Salma (18), yang dirujuk ke RS Syamsudin (Bunut) Kota Sukabumi karena kondisi serupa.

Homisah menceritakan kronologi kejadian tersebut. Pada hari Minggu, 9 Juni 2024, ia tidak hadir di acara syukuran di Kampung Cimanggir. Sebagai gantinya, ia menitipkan hadiah untuk yang punya hajatan dan menerima satu bungkus nasi bok.

“Pada acara itu saya tidak datang, hanya menitipkan nyamungan dan diberi nasi bok satu bungkus,” ungkapnya Kamis (13/06/2024).

Nasi bok tersebut dimakan pada Minggu malam sekitar pukul 19.00 WIB oleh Homisah, Neng Salma, dan almarhumah Neng Nasyifa. Isinya terdiri dari nasi, tumis kacang panjang, daging ayam, dan mie.

Setelah makan, mereka merasa mengantuk, kemudian mual, muntah, dan mengalami diare sekitar pukul 24.00 – 01.00 WIB. Keesokan paginya, mereka pergi berobat ke Puskesmas Curugkembar.

Namun, Neng Nasyifa semakin memburuk dan dirujuk ke RSUD Sagaranten pada Senin malam, di mana ia meninggal dunia sekitar pukul 23.00 WIB. Neng Salma juga dirujuk ke RS Syamsudin pada Selasa malam dan saat ini masih dalam perawatan.

“Saya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Bapak anak-anak sedang bekerja di Malaysia selama dua bulan terakhir di perusahaan ternak ayam,” jelas Homisah.

Neng Salma adalah siswa kelas 11 di SMAN Sagaranten, sedangkan Neng Nasyifa bersekolah di MI Cibitung, kelas 3 naik ke kelas 4. Jenazah Neng Nasyifa dimakamkan di pemakaman keluarga di Kampung Cikeuyeup, Desa Sukakerta, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, tempat nenek dan kakeknya.

“Kondisi Neng Salma, alhamdulillah membaik. Mohon doanya,” lirih Homisah.

Sementara itu, Camat Curugkembar, Asep Mulyadi, membenarkan kejadian ini. “Betul ada korban yang dirujuk ke Bunut. Ya, itu kakaknya almarhumah Nasyifa. Untuk perawatan berobat menggunakan BPJS,” tambahnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Tinjau Lokasi Banjir, Bupati Sukabumi Semprot Langsung Area Puskesmas Palabuhanratu
Ruas Loji-Geopark Tertutup Banjir dan Tiang Roboh, Akses Lalu Lintas Terganggu
Debit Sungai Melonjak Jelang Petang, Petugas Sisir Titik Rawan Banjir
Air Sungai Naik Drastis, Sejumlah Kampung di Palabuhanratu Terendam
DLH Sukabumi Beberkan Fakta Lingkungan, Dua Kecamatan Mulai Krisis Air
Nelayan Sukabumi Tercekik BBM, Dinas Perikanan Soroti Solar Subsidi yang Menyusut
BBM Industri Langka, Nelayan Palabuhanratu Sukabumi Menjerit
Heboh Penemuan Mayat di Kabandungan Ternyata Hoaks, Polisi Berhasil Selamatkan Seorang Wanita

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 00:01 WIB

Ruas Loji-Geopark Tertutup Banjir dan Tiang Roboh, Akses Lalu Lintas Terganggu

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:07 WIB

Debit Sungai Melonjak Jelang Petang, Petugas Sisir Titik Rawan Banjir

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:05 WIB

Air Sungai Naik Drastis, Sejumlah Kampung di Palabuhanratu Terendam

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:20 WIB

DLH Sukabumi Beberkan Fakta Lingkungan, Dua Kecamatan Mulai Krisis Air

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:15 WIB

Nelayan Sukabumi Tercekik BBM, Dinas Perikanan Soroti Solar Subsidi yang Menyusut

Berita Terbaru