JURNALSUKABUMI.COM – Warga Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Anwar Satibi, memberikan klarifikasi terkait foto dirinya yang diunggah di akun media sosial Atep Romli.
Foto tersebut memicu kesalahpahaman publik setelah Atep Romli memposting komentar yang dianggap menodai profesi guru.
Anwar Satibi biasa dikenal Awang menjelaskan bahwa foto tersebut diambil tanpa seizin dirinya dan diposting bersama komentar negatif yang ditujukan kepada para guru.
“Postingan Atep Romli itu mengandung bahasa yang tidak menyenangkan bagi para guru. Yang membuat saya sangat keberatan adalah foto saya bersama Asep Japar juga ikut diposting. Ini membuat asumsi publik seolah-olah saya bagian dari tim Atep Romli yang murka terhadap guru. Padahal, saya sangat menghormati profesi guru dan merasa sangat dirugikan oleh postingan ini,” jelas Awang, dalam video yang beredar, Jumat (17/05/2024).
Awang menyatakan bahwa foto profil akun Atep Romli bukanlah dirinya, namun Atep Romli telah mengunggah foto Awang dalam salah satu postingannya.
“Saya punya bukti berupa screenshot yang menunjukkan foto saya diposting oleh Atep Romli,” tambahnya.
Awang mengaku telah menerima banyak telepon dan komentar negatif setelah foto tersebut diunggah.
“Banyak yang nelpon dan komen tidak enak setelah postingan itu, termasuk dari BPKB Banten dan ketua umum organisasi saya. Mereka semua meminta klarifikasi karena nama saya jadi terseret dalam masalah ini,” ungkap Awang.
Merasa dirugikan secara mental dan reputasi, Awang merasa perlu untuk membuat klarifikasi dan menyatakan ketidaksetujuannya terhadap tindakan Atep Romli.
“Saya sangat tidak setuju dan sangat murka. Bagaimanapun juga, guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Saya bisa membaca dan menulis berkat guru. Jadi, ketika Atep membuat postingan seperti itu, jelas saya tidak terima,” tegasnya.
Meskipun Awang mengenal Atep Romli sebagai sesama warga Surade dan bahkan memiliki hubungan kekerabatan, ia tetap menolak tindakan yang merugikan dirinya secara mental dan merusak reputasinya.
“Saya kenal Atep Romli, dia masih ada kaitan saudara dengan saya. Tapi, jika tindakan seperti ini merugikan saya, saya siap mengambil tindakan lebih lanjut,” tutup Awang.
Diberitakan sebelumnya, Atep Romli dalam postingannya menyalahkan guru atas kejadian kecelakaan maut seperti yang terjadi pada rombongan SMK Lingga Kencana Depok di Ciater, Subang, Jawa Barat.
“Warning, hey para wali murid/guru sekolah kalian itu ditugaskan untuk mengajar bukan untuk berbisnis sampai menghilangkan anak murid begitu banyak, gak mikir ya gaji kalian itu dari pemerintah emang gak cukup, sampai ngadain tour bisnis segala, goblog tangkurak guru sia, mantak aing sok nyaram ka para guru hal NU Kitu patut, kehed siah guru teu boga polo,” demikian isi postingan Atep Romli.
Atas postingan itu, PGRI Kabupaten Sukabumi pun melaporkan akun atas nama Atep Romli ini ke Mapolres Sukabumi.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












