Rakor Ketahanan Pangan dan Produktivitas Pertanian Jabar, Ini Sekda!

Kamis, 18 April 2024 - 08:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman mengikuti rapat koordinasi ketahanan pangan dan produktivitas pertanian Jawa Barat di Gedung Sate, Bandung, Kamis (18/04/2024).

Rapat tersebut lebih membahas produksi pertanian, terutama mengenai padi/beras. “Kemarin beras menjadi salah satu penyumbang tingginya angka inflasi. Mengingat, produksi padi sempat terkendala akibat el nino,” ujar Sekda

Maka dari itu, Kementerian mengantisipasi hal-hal semacam itu agar tak menghambat produksi padi. Salah satunya lewat program pompanisasi di setiap daerah.

“Kementerian turun lewat program pompanisasi. Nah, kita pun telah mengajukan program itu. Apalagi lahan sawah di Kabupaten Sukabumi sekitar 56 ribu. Di mana, di dalamnya ada lahan sawah tadah hutan,” ucap Sekda.

Melalui hal itu, sekda punya harapan besar beras di Kabupaten Sukabumi terus surplus. Apalagi dengan lahan dan tanah yang luas.

“Sawah yang luas akan disuport. Sehingga, produksi beras bisa meningkat lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Penjabat Gubernur Jabar Bey Machmudin mengatakan, perlunya peningkatan produksi sawah tadah hujan untuk mengejar target produksi gabah sebanyak 11 juta ton lebih tahun ini.

“Perlu ada instrumen untuk menjaga ketersediaan air antara lain dengan pompanisasi. Namun penerima pompanisasi harus jelas dan sesuai target sehingga saya meminta pemerintah kabupaten/kota membuat pemetaan lahan dan lokasinya,” bebernya.

Selain itu, perlu koordinasi dengan pihak TNI/Polri untuk menjaga program pompanisasi. Jika perlu di setiap alat pompanisasi disematkan GPS atau menggunakan pengawasan secara digital.

“Maksimalkan juga resi gudang dan pusat distribusi Jabar sebagai instrumen pengendalian stok dan harga pangan, ” tegasnya.

Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian Komjen Setio Budi mengatakan, TNI dan kementerian sudah bekerja sama untuk program pompanisasi, termasuk untuk wilayah Jabar yang kebagian 2.500 titik.

Sebanyak 201.702,6 hektare sawah tadah hujan serta beberapa sawah irigasi akan menjadi sasaran dari pompanisasi tersebut sesuai prioritasnya sehingga ia meminta Pemdaprov Jabar segera menyampaikan peta lokasi dan lahan petani mana saja yang berhak mendapatkan pompanisasi.

“Saya berharap ada akselerasi di Jabar sebab hingga 15 April 2024, dari total luas lahan sawah tadah hujan itu hanya 5.630 hektare yang sudah mulai percepatan tanam, jumlahnya masih sangat kecil,” tandasnya.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Bupati Sukabumi Tekankan Disiplin ASN dan Optimalisasi PAD dalam Rapat Dinas April 2026
DPPKB Klaim Program Bangga Kencana Mampu Tingkatkan Kualitas Keluarga
Hari Kartini: Kang Budi Azhar Ajak Perempuan Sukabumi Terus Berinovasi
Proyek Jalan Baros–Sagaranten Disorot, Bina Marga Jabar Tegaskan Masih Tahap Pengerjaan
Momentum Hari Kartini, Hergun: Emansipasi Adalah Pilar Kesejahteraan Keluarga
RSUD Sekarwangi Perkuat Mutu Layanan Kesehatan Lewat Kolaborasi Antar Rumah Sakit
Ketua SMSI Sukabumi Raya Kecam Dugaan Intimidasi Kurir oleh Oknum Mengaku Wartawan
Dewan Teddy Setiadi Tekankan Disiplin dan Peran Nyata LSM di Tengah Masyarakat

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 11:46 WIB

Bupati Sukabumi Tekankan Disiplin ASN dan Optimalisasi PAD dalam Rapat Dinas April 2026

Selasa, 21 April 2026 - 21:54 WIB

DPPKB Klaim Program Bangga Kencana Mampu Tingkatkan Kualitas Keluarga

Selasa, 21 April 2026 - 18:28 WIB

Hari Kartini: Kang Budi Azhar Ajak Perempuan Sukabumi Terus Berinovasi

Senin, 20 April 2026 - 17:19 WIB

Proyek Jalan Baros–Sagaranten Disorot, Bina Marga Jabar Tegaskan Masih Tahap Pengerjaan

Senin, 20 April 2026 - 15:51 WIB

Momentum Hari Kartini, Hergun: Emansipasi Adalah Pilar Kesejahteraan Keluarga

Berita Terbaru

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777