JURNALSUKABUMI.COM – Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, didampingi Kepala Bappeda dan juga Plt Dinkes Kota Sukabumi, Reni Rosyida Muthmainnah menghadiri acara Rembuk Stunting Kota Sukabumi, di Hotel Balcony, Selasa (1/8/2023).
“Rembuk Stunting dalam rangka, membangun kembali kebersamaan, terkait pentingnya penanganan angka stunting,” kata Fahmi.
Dia menambahkan, pada 2022-2023, Kota Sukabumi mengalami kenaikan sekitar 0,1 persen. Oleh karena itu dia, berharap di 2023 ini angkanya semakin turun.
“Dengan kerja keras semua pihak, mudah-mudahan dengan gerakan ini, sebagai sebuah gerakan dalam rangka kita menekan Zero New Stunting,” kata dia.
Dia juga mengimbau, kepada jajarannya untuk terus memantau setiap daerah perbatasan guna memperkuat sinergitas antar pemangku kepentingan dalam penanganan stunting.
“Jadi ini bukan hanya tugas pemda tapi tugas dari lintas sektor yang ada, daerah yang berbatasan dengan wilayah sekitar, yang paling rawan sehingga kita akan lakukan yang lebih kuat di sana,” kata orang nomor satu di Pemkot Sukabumi itu.
Fahmi menuturkan, presiden kembali memberikan penekanan kepada seluruh Kota dan Kabupaten di Indonesia, dalam rangka penanganan angka stunting ini.
Lebih lanjut dia menjelaskan, paling banyak menciptakan inovasi ada di Kecamatan Baros.
“Ada mentari berdasi, posyandu remaja, sisters, itu kita lakukan penanganan dengan empat inovasi tersebut,” ujarnya .
Redaktur: Usep Mulyana












