JURNALSUKABUMI.COM – Kepala pelaksana BPBD kabupaten Sukabumi, Wawan Godawan Saputra mengatakan, sejak awal Agustus ada banyak permintaan suplai air bersih dari masyarakat.
“Memang ada beberapa desa dan kecamatan yang menyampaikan kepada kita. Dimana sebagian besar mohon untuk suplai air bersih. Secara khusus keseluruhan memang belum, kita sudah mendata beberapa kecamatan, seperti Gegerbitung dan wilayah selatan, kemudian wilayah utara seperti Cicurug, Benda, Purwasari,” kata Wawan, Selasa (15/8/23).
Lebih lanjut dia menjelaskan, bahwa pihaknya selalu siap siaga melakukan berbagai antisipasi terhadap kemungkinan yang akan terjadi.
“Antisipasinya tentu kita dari sisi kesiapan, personil, peralatan, walau pun mungkin kita kalau melihat ini tidak mungkin satu atau dua minggu. Kita juga kerjasama dengan PDAM, karena sebagian besar itu untuk suplai airnya, kemudian armadanya dengan armada yang ada di kita,” jelasnya.
Beberapa wilayah di kabupaten Sukabumi saat ini terancam mengalami kekeringan, berdasarkan prediksi dari BMKG puncaknya terjadi sekitar bulan Oktober mendatang, berbagai upaya antisipasi pun telah dilakukan.
Menurutnya, masuki musim kemarau, tentu semua pihak harus mewaspadai segala kemungkinan dari dampak kekeringan yang kian meluas.
“Tentu waspada ya, kekeringan itu mungkin akan terjadi beberapa bulan kedepan, kalau hasil prediksi BMKG puncaknya Oktober ya,” jelasnya.
Terutama dampak kekeringan kebakaran lahan. Boleh jadi ada tangan-tangan usil yang membuang puntung sembarangan, atau mungkin ada yang sengaja dibakar untuk persiapan ladang dan lain sebagainya, tambahnya.
Menurut Wawan, ada beberapa titik di wilayah kabupaten Sukabumi yang harus diwaspadai.
“Jadi harus diwaspadai, ada beberapa titik memang walau pun masih tertangani dengan upaya-upaya yang luar biasa, di BPBD walau pun kewenangan di Karhutla, kita tidak memiliki kewenangan itu,” imbuhnya.
Terakhir, Wawan mengungkapkan adanya hambatan dan kendala terkait hal ini.
“Belum semua wilayah secara merata, karena kita ada keterbatasan, yang wilayah utara saja kita terbatas mendapatkan suplai air bersih itu,” tandasnya.
Reporter: Sri Rahayu | Redaktur: Usep Mulyana












