JURNALSUKABUMI.COM – Palang Merah Indonesia (PMI) mendistribusikan 10.000 liter air bersih untuk 400 kepala keluarga warga Desa Cisande, Kecamatan Cicantayan.
Staf Penanggulan Bencana PMI Kabupaten Sukabumi, Dikdik Maulana menuturkan, PMI mensuplai air bersih atas permintaan warga karena sumber air bersih di wilayah tersebut berangsur-angsur mengering akibat kemarau panjang.
“Sejak Kamis malam, kami sudah distribusikan air sebanyak 10.000 liter air bersih untuk 400 kepala keluarga di Desa Cisande. Mereka mulai kesulitan air bersih karena kemarau panjang,” ujarnya.
Dari data yang dimiliki oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi sedikitnya terdapat 800 KK dari tiga RT mulai mengalami kekeringan sejak satu bulan terakhir.
Bahkan, kata Dikdik, pada Jumat malam air bersih sebanyak 5 ribu liter habis dalam waktu dua jam saja, karena warga yang menampung air bersih tersebut terus berdatangan.
Seperti yang diungkap salah seorang warga yang sudah mulai mengalami kekeringan pada sumurnya, Esih (43) mengaku sumur yang dimilikinya sudah hampir 1 bulan ke belakang ini nyaris tak ada airnya. Satu-satunya jalan membeli air galon untuk memasak dan minum sehari-hari.
“Kalau untuk minum dan masak beli air galon isi ulang sebesar Rp5 ribu, ya kalau untuk mandi dan cuci saat ini masih numpang di masjid,” ucap Esih.
Hal serupa juga dirasakan oleh Sumirah (48), ia mengaku tiap menyalakan pompa air di rumahnya dalam satu hari hanya dapat menampung sebanyak dua gayung saja. Hal ini membuat dirinya jarang mandi.
“Udah 1 bulan ini sumur saya kering, jadi jarang mandi. Kalau pompa air dinyalakan paling cuma dapat 2 gayung saja,” kata Sumirah.
Dari data PMI Kabupaten Sukabumi sedikitnya sudah masuk laporan warga yang sudah menderita kekeringan di 3 Kecamatan yaitu Kecamatan Cicantayan, Cisaat dan Kecamatan Gegerbitung.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Usep Mulyana












