JURNALSUKABUMI.COM – Wakil Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Sukabumi, H. Muhamad Yusuf, siang ini didapuk menjadi khatib shalat gerhana di Masjid Al-Ittihad lingkungan Perumahan Bukit Citra Asri Mekarsari Cicurug, Kamis (20/4/23).
Dalam khutbahnya dia mengatakan, untuk terus mensucikan diri didasari keikhlasan dan pengharapan serta mengobarkan semangat untuk mengagungkan asma Allah SWT.
“Dengan hati yang penuh keikhlasan, dengan jiwa yang penuh pengharapan, dan
dengan semangat yang membuncah di dalam dada kita, hanya untuk mengagungkan
kebesaran Allah SWT,” ujarnya.
Kang Yusuf mengajak jamaah untuk menyaksikan salah satu dari tanda kekuasaan
dan keagungan-Nya.
“Di sini kita merasakan kebahagiaan yang tiada tara. Karena Allah membukakan hati
kita untuk melaksanakan salah satu dari sunnah Rasul-Nya,” terangnya.
Untuk menjadi bagian dari
jutaan umat Islam lain yang ingin menjadikan momen yang jarang terjadi ini, dalam rangka Taqarrub Ilallah, tambahnya.
Politisi PKS sekaligus wakil ketua Komisi 4 DPRD Kab Sukabumi ini memberikan lima pesan hikmah yang bisa diambil dari peristiwa ini karena gerhana matahari adalah ayat qauniyyah untuk menunjukkan kebesaran Allah.
Dalam setiap ayat yang Allah turunkan, lanjut dia baik itu ayat Quraniyyah yang berupa untaian
kata yang kita baca dalam alquran. Ada pun lewat ayat qauniyyah yang kita saksikan dalam keindahan alam. Maka Allah SWT menginginkan kita mentadabburinya dan mengambil hikmah serta pelajaran.
1. Allah ingin menunjukkan keagungan serta kekuasaan-Nya yang tidak terbatas. Bayangkanlah bahwa matahari, bulan, bumi dan benda-benda langit yang
berjumlah miliaran, semuanya ada dalam genggamannya.
Semua ada dalam keteraturan
yang ia ciptakan. Dan lebih dari semua itu, semuanya tunduk, bersujud, dan memuji
nama-Nya yang mulia.
2. Allah ingin melihat manakah hamba yang taat dengan mengikuti sunnah Rasul, dan manakah hamba yang hanya mencari kesenangan dan kepuasan hatinya. Jika pada hari ini kita melaksanakan sunnah-sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah.
Itu berarti kita adalah pengikut Nabi yang sebenarnya. Namun jika dalam peristiwa ini, kita hanya sibuk mencari sudut yang paling ideal untuk bisa melihat gerhana
matahari. Berarti kita hanya ingin mencari kepuasan diri dan salah satu syarat utama untuk bisa masuk surga adalah taat
dan mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah SAW.
3. menambah kecintaan kita kepada Allah. Dengan melaksanakan shalat gerhana ini,
Insyallah pada hari ini kita semakin cinta kepada Allah. Cinta yang dilandasi rasa kekaguman atas kekuasaan-Nya yang tak terbatas. Atas keteraturan alam yang Ia ciptakan tanpa cacat dan cela.
Cinta yang dilandasi ketakutan kepada Dzat Maha Agung, yang
mampu menimpakan bencana kepada siapa saja yang ingkar dalam sekejap mata. Cinta
yang dilandasi keinginan untuk menjadi hamba yang selalu dilihat berada bersama orang-orang
yang bersegera melakukan kebaikan, yang menjadikan setiap detik kehidupannya
sebagai aktifitas ibadah kepada Allah SWT.
4. Untuk menguji manusia, apakah diantara mereka masih ada yang menimbun sisa-sisa ke-jahiliyyah-an dalam hatinya. Sehingga mempercayai hal-hal yang mistis dan mengaitkannya dengan gerhana matahari.
Jauh-jauh hari Rasulullah sudah
mengingatkan kepada kita, bahwa gerhana matahari tidak terjadi karena kematian atau
kelahiran orang yang agung. Gerhana adalah murni tanda kekuasaan Allah untuk
menakut-nakuti hamba-Nya.
Maka tidak sepantasnya, sebuah peristiwa yang Allah
jadikan sebagai bukti keagungan-Nya, justru kita kaitkan dengan kekuatan-kekuatan
mistik yang tidak jelas dasar logika dan penalarannya.
5. menjadikannya sebagai momentum untuk bertaubat dan meminta ampun sebanyak-banyaknya
kepada Allah. Kita adalah makhluk yang selalu berbuat salah dan melakukan dosa. Sudah tidak terhitung dosa yang kita lakukan.
Seandainya dosa itu berbau busuk, pastilah tidak ada
satu orangpun yang mau mendekati kita, begitu ungkapan salah seorang ulama salaf.
Maka solusi dari dosa yang kita lakukan adalah melakukan taubat dan meminta ampun
kepada Allah.
Maka, marilah kita menengadahkan tangan kepada Allah. Bersamaan dengan
peristiwa alam yang jarang terjadi ini, mari kita merendahkan diri di depan Allah SWT. Memohon seluas-luasnya ampunan untuk semua dosa kita.
Berharap bahwa shalat gerhana yang kita lakukan ini diterima-Nya. Dan meminta agar kita selalu
diberikan taufik dan hidayah agar selalu menjadi hamba-Nya yang taat, ikhlas, dan berguna untuk agama-Nya.
Redaktur: Usep Mulyana












