DPPKB Kab Sukabumi Kenalkan Aplikasi Siperindu 2023, Solusi Peringatan Dini Pengendalian Penduduk

Selasa, 4 April 2023 - 21:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi, mengenalkan Aplikasi Siperindu atau Sistem Informasi Peringatan Dini Pengendalian Penduduk.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi menjelaskan, dengan aplikasi ini para pemangku kepentingan diharapkan mampu mengukur, dan menghitung indikator kerentanan.

“Dampak kependudukan atau early warning system, selain menjadi bagian dari advokasi sosialisasi tentang pemanfaatan kajian beserta model solusi strategis pada peringatan dini dampak kependudukan,” ujar Agus dalam keterangannya, Selasa (4/4/2023).

Agus menuturkan, peringatan dini pengendalian penduduk sendiri merupakan pemberitahuan mengenai timbulnya kejadian berupa permasalahan maupun tanda lainnya yang terkait dengan dampak kependudukan.

“Melalui aplikasi Siperindu akan mempermudah terimplementasikannya kebajikan yang tepat dalam pengendalian penduduk pada perencanaan pembangunan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lokal,” jelasnya.

Termasuk terinformasikannya situasi kependudukan saat ini dan proyeksi 5 tahun ke depan, mulai tingkat nasional provinsi dan kabupaten kota.

“Saya yakin aplikasi ini akan cepat dipahami sebab fitur yang ada di dalamnya diciptakan untuk mempermudah penggunanya,” tutur dia.

Lebih lanjut, selain itu aplikasi siperindu juga dapat digunakan untuk melakukan simulasi rekayasa situasi kependudukan di masa mendatang.

Seperti dengan pengambilan kebijakan dan perencanaan yang lebih sesuai pada kebutuhan masing-masing daerah, guna menyongsong terciptanya bangsa yang maju dan sejahtera menuju Indonesia emas 2045.

“Manfaat utama melalui aplikasi Siperindu ini akan mengukur menghitung indikator kerentanan dampak kependudukan atau early warning system,” tandasnya.

Reporter: Fira AFS | Redaktur:.Ujang Herlan

Berita Terkait

Tendangan Wabup Andreas Buka Persaingan 71 Sekolah di Bupati Cup 2026
PWI Sukabumi Buka Ruang Kolaborasi, Ajak IJTI Perkuat Ekosistem Pers
Nanan Apon Diganjar IJTI Award, Minisoccer Sangrawayang Jadi Wadah Potensi Anak Muda
Hadiri Muskorda IJTI, SMSI Sukabumi Raya Dorong Kolaborasi Pers DigitalĀ 
DLH Sukabumi Perkuat Pengawasan Lingkungan, Pelaku Usaha Diminta Taat Aturan
Traktor Bantuan Petani Cidadap Berpindah Wilayah, Setahun Kemudian Ditemukan Rusak
Pasokan Solar Nelayan Palabuhanratu Disanggupi 240 KL, HNSI Minta Fleksibel saat Darurat
DMCG Gandeng Tzu Chi Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis, 500 Warga Sukabumi Terlayani

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 13:54 WIB

Tendangan Wabup Andreas Buka Persaingan 71 Sekolah di Bupati Cup 2026

Minggu, 27 September 2026 - 09:59 WIB

PWI Sukabumi Buka Ruang Kolaborasi, Ajak IJTI Perkuat Ekosistem Pers

Minggu, 27 September 2026 - 06:48 WIB

Nanan Apon Diganjar IJTI Award, Minisoccer Sangrawayang Jadi Wadah Potensi Anak Muda

Sabtu, 26 September 2026 - 18:56 WIB

Hadiri Muskorda IJTI, SMSI Sukabumi Raya Dorong Kolaborasi Pers DigitalĀ 

Jumat, 25 September 2026 - 20:49 WIB

DLH Sukabumi Perkuat Pengawasan Lingkungan, Pelaku Usaha Diminta Taat Aturan

Berita Terbaru