JURNALSUKABUMI.COM – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi menyebut bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) angka kemiskinan mengalami penurunan dari 2021 hingga 2022.
Hali itu disampaikan Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Reni Rosyida Mutmainah mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, Sabtu (25/3/23).
“Angka kemiskinan di Kota Sukabumi alami penurunan. Di mana, pada tahun 2021 berada di angka 8,25 persen, dan di tahun 2022 mencapai 8,02 persen. Angka tersebut tersebut sudah sinkron dengan data Badan Pusat Statistik (BPS),” kata Reni.
Dengan demikian, kebijakan pemerintah sinkron dengan data dari BPS. Kemudian program yang akan dipercepat untuk menangani kemiskinan itu secara makro. Dan yang 8.671 menjadi sasaran kami untuk keluar dari kemiskinan.
Dia juga mengatakan, pemerintah menggelontorkan dana sebesar Rp224 miliar untuk penanganan kemiskinan ekstrem merupakan bagian dari Prioritas Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).
Selanjutnya kata dia, nantinya program tersebut menyasar pada by name by address (nama dan alamat). Hingga tahun 2022, jumlah kemiskinan ekstrem di Kota Sukabumi mencapai 8.671 jiwa. “Jadi hasil survei nasional jumlahnya segitu ya,” jelasnya.
Salah satu program penanggulangan pengentasan kemiskinan ekstrem tersebut. Yakni, perlindungan sosial, pemberdayaan masyarakat, perluasan kesempatan pekerjaan dan berusaha.
“Termasuk kemitraan dan peningkatan kapasitas sumberdaya. Itu lah program untuk pengentasan kemiskinan ekstrem yang kita lakukan,” paparnya.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Usep Mulyana












