JURNALSUKABUMI.COM – Bus rapid transit (BRT) atau lebih dikenal dengan sebutan Bus Tayo, direncanakan akan bebas biaya alias gratis. Program moda transportasi yang diusung Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Perhubungan tersebut rencananya akan berlaku sepanjang tahun 2023 ini.
Kepala Dinas Perhubungan Imran Wardhani menjelaskan, penggratisan Bus Tayo itu dilakukan untuk mempermudah mobilisasi masyarakat di Jalur Lingkar Selatan (Lingsel) yang belum terakses oleh angkutan umum.
Saat ini, pengoperasiannya masih terbatas hanya satu jam setiap hari sepanjang jalan Jalur Lingkar Selatan, yaitu pagi mulai pukul 06.00 WIB sampai 07.00 WIB.
“Kita mencoba untuk masyarakat, karena memang di jalur tersebut (SMAN 5 – Jalan Jalur Lingkar Selatan) belum ada angkutan umum yang melintas dan memang bisa kita layani. Karena trayeknya kecil dan berhimpitan sehingga tidak banyak diangkut oleh angkot yang sudah ada. Akhirnya kita gratiskan itu Bus Tayo, tidak dipungut biaya,” kata Imran saat ditemui di kantornya, Sabtu (25/2/2023).
Kendati demikian,Imran menyebut antusias masyarakat untuk mengakses Bus Tayo ini masih belum cukup tinggi. Kata dia, rata-rata dalam satu hari ada 5-10 penumpang yang mayoritasq mahasiswa dan pelajar.
“Rata-rata penumpang yang naiknya itu sekitar 5-10 penumpang, terutama dari timur SMAN 5, itu banyaknya mahasiswa IPB, mereka yang sudah tahu dan biasa,” jelas Imran.
Lanjut dia, penggunaan saat ini memang banyak digunakan untuk pelajar sekolah-sekolah. Sementara, di luar jam pelayanan biasa dipakai untuk edukasi anak-anak TK dan sekolah dasar.
Dia menambahkan, secara total Dishub memiliki tujuh unit bus dari Kementerian Perhubungan. Diantaranya lima Bus Tayo, satu bus sekolah, dan satu bus wisata dengan kapasitas antara 20-40 penumpang.
“Saat ini akan dipertahankan, tergantung nanti apabila kebutuhan mulai ramai, kita akan tambah armadanya,” tandasnya.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Usep Mulyana












