JURNALSUKABUMI.COM – Puluhan ekor domba di Desa Sukakersa, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, mati misterius dua hari terakhir ini, Minggu (12/02/2023).
Informasinya, kurang lebih ada 27 ekor domba milik warga itu tewas di kandang langsung dan terjadi di beberapa lokasi berbeda.
Kepala Desa Sukakersa, Deden Deni Wahyudi mengatakan, berdasar keterangan warga serta hasil pemeriksaan secara fisik di lapangan, kematian domba-domba diduga akibat terkaman binatang buas.

“Untuk sementara kejadian itu diduga akibat serangan hewan buas. Sebab, di tubuh domba terdapat luka gigitan dan terkadang merobek perutnya saja,” ujar Deden.
Pria yang sekaligus menjabat Ketua Assosiasi Pemerintah Desa Indonesia (Apdesi) Kabupaten Sukabumi ini menyebut, kejadian itu sedikitnya dialami oleh 13 warganya.
“Atas hasil pendataan dan laporan tim di lapangan. Dari 27 ekor domba yang tewas itu terjadi di Kampung Lembursawah, Cangkowak, Lemahduhur, Lebaklarang, Cimundu, Cibanteng, Ciherang dan Kampung Pasirsitu,” sambungnya.
Kepala desa yang menjabat tiga periode ini menduga, hewan buas yang menyerang domba tersebut adalah anjing gugur atau anjing jadi-jadian.
“Ada sebagian warga yang mengaku, bahwa kematian domba-domba ini memang karena ulah hewan buas itu,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi hal serupa agar tidak terjadi lagi, kata Deden, pemerintah desa dan warga berencana akan menjaga dombanya dengan meningkatkan ronda malam.
“Saya bersama warga kembali mengintensipkan untuk ronda malam. Dan kejadian serupa juga pernah terjadi di tempat lain yang ada di Desa Sukatani, di mana domba milik warga mati dengan kondisi leher terluka,” tandasnya.
Redaktur: Ujang Herlan












