Bappeda Kota Sukabumi Percepat Atasi Stunting dan Kemiskinan Ekstrim dengan Inovasi

Kamis, 19 Januari 2023 - 13:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Upaya percepatan penanganan stunting terus dilakukan di Kota Sukabumi. Salah satunya dengan menggulirkan beberapa inovasi program unggulan.

“Ada beberapa inovasi dalam penanganan stunting dan juga kemiskinan ekstrim, yang sedang kami tekan,” ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi.

Hal itu disampaikan pula dalam zoom meeting roadshow monitoring stunting bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kamis (19/1/2023) lalu.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan presiden dalam rangka mempercepat target penurunan stunting. Selain itu menindaklanjuti inovasi kreativitas apa yang akan dilakukan oleh masing-masing daerah.

Fahmi mengatakan, inovasi yang diluncurkan Pemkot Sukabumi diantaranya pertama Sistem Informasi Terintegrasi Data Stunting (Sisters). Merupakan.

“Aplikasi ini berisikan informasi tentang peta grafis, data keluarga beresiko stunting dan preva yang dipetakan secara spasial. Selanjutnya Inovasi Move On Gaess. Inovasi ini merupakan komitmen bersama antara Pemkot Sukabumi dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Provinsi Jawa Barat dan Kantor Kementerian Agama Kota Sukabumi,” katanya.

Ditambahkan Kepala Bappeda Kota Sukabumi Reny Rosyida Muthmainnah menambahkan, berdasarkan keputusan Menko PMK RI Nomor 25 tahun 2022 Kota Sukabumi masuk dalam lokasi fokus prioritas penghapusan kemiskininan ekstrem tahun 2022-2024. Selain itu salah satu lokasi fokus prioritas percepatan penurunan stunting tahun 2022-2024.

Sejumlah program Pemkot yakni Udunan Online. Salah satu upaya pemkot untuk mewujudkan kesetiakawanan sosial ini adalah dengan meluncurkan program udunan online yang diharapkan menjadi wadah untuk penggalangan dana dan masyarakat (tanpa batas) untuk membantu warga yang membutuhkan bantuan.

“Baik itu sosial, kesehatan, perlindungan dan pendampingan.
Keempat gerakan bersama rempug cegah dan tangani stunting (Gemar Ceting). Merupakan gerakan bersama antar lintas sektor untuk mencegah dan menangani stunting dan hulu serta koordinasi lintas program terkait Ausrem, KIA, Promkes dan kesling.
Berikutnya gerakan anak gadis berantas libas anemia (Gadis Belia). Gerakan Bersama anak atau remaja dalam mencegah terjadinya anemia dalam mendukunc upaya pencegahan stunting dari hulu yang merupakan salah satu bagian dari ” Gen Emas ” (Gerakan Remaja Sehat),” pungkasnya.

Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

Hergun Sampaikan Pesan Sederhana Kunci Rumah Tangga Harmonis di Pernikahan Anton Susanto
Pemkab Sukabumi Tegaskan Respons Cepat Aduan Warga, Keterbukaan Informasi Jadi Prioritas
Hergun Jadi Saksi Nikah Relawan Manuk Dadali, Anton dan Laelatu Resmi Menikah di Parungkuda
Fokus Rancang Regulasi, Hergun Minta Kemendagri Bersama Kemensetneg dan BSKDN Rampungkan RPP Desartada dan Penataan Daerah
Disnakertrans Dorong Perlindungan Pekerja SPPG, Ratusan Relawan Diupayakan Masuk BPJS
ABPEDNAS Cetak Sejarah, Raih 100 Ribu Anggota Bertepatan Hari Lahir Pancasila 2026
Pancasila di Tengah Tantangan Zaman, Pesan Bupati Sukabumi untuk Generasi Muda
DP3A Sukabumi Dorong Generasi Bebas Diskriminasi Melalui Program Cager

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:31 WIB

Hergun Sampaikan Pesan Sederhana Kunci Rumah Tangga Harmonis di Pernikahan Anton Susanto

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:26 WIB

Pemkab Sukabumi Tegaskan Respons Cepat Aduan Warga, Keterbukaan Informasi Jadi Prioritas

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:58 WIB

Hergun Jadi Saksi Nikah Relawan Manuk Dadali, Anton dan Laelatu Resmi Menikah di Parungkuda

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:40 WIB

Fokus Rancang Regulasi, Hergun Minta Kemendagri Bersama Kemensetneg dan BSKDN Rampungkan RPP Desartada dan Penataan Daerah

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:34 WIB

Disnakertrans Dorong Perlindungan Pekerja SPPG, Ratusan Relawan Diupayakan Masuk BPJS

Berita Terbaru