JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Sukabumi kembali melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Modern Assalam di Kecamatan Warungkiara, Kamis (12/01/2023).
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati mengatakan, di lokasi ini merupakan salah satu ponpes yang melakukan aktivitas budidaya ikan sebagai kegiatan ekonomi mandirinya.
“Ya, giat tersebut sekaligus verifikasi. Di lokasi itu, selain budidaya ikan sidat, juga ada ragam jenis ikan lainnya, seperti ikan nila, lele, gurame dan koi,” ujarnya kepada jurnalsukabumi.com, Jumat (13/01/2023).
Adapun kegiatan budidaya ikan yang dilakukan, lanjut Nunung meliputi, kegiatan pembenihan dan kegiatan pembesaran. Sejauh ini ikan yang diproduksi masih diserap untuk kebutuhan internal pesantren yaitu sebagai salah satu menu makan para santri.
“Dinas Perikanan sudah memberikan paket bantuan induk ikan lele, ikan nila, ikan sidat dan sarana budidaya pakan alami cacing sutera, dengan tujuan untuk pemberdayaan santri dan pemenuhan protein di pesantren,” jelasnya.
Khusus untuk ikan sidat, sambung Nunung, telah dilakukan pula upaya pengolahan produk ikan sidat berupa kue brownis yang berbahan dasar sidat yang bisa dikonsumisi sebagai camilan untuk para santri.
Sementara untuk ikan lele dimanfaatkan dan diolah menjadi abon lele. Ke depannya diharapkan budidaya sidat di Ponpes Assalam semakin meningkat, baik untuk konsumsi internal pesantren juga untuk menambah nilai ekonomi dari usaha ekonomi mandiri di pesantren.
“Karena selain dikenal sebagai sumber gizi yang tinggi sidat juga dikenal sebagai komditas perikanan yang berorientasi ekpsor dan tentu saja bernilai ekonomi sangat tinggi. Dinas Perikanan akan terus mendorong untuk peningkatan budidaya ikan sidat ini melalui program dan kegiatan yang dilaksanakan baik yang bersumber dari dana pusat maupun daerah,” tandasnya.
Redaktur: Ujang Herlan












