JURNALSUKABUMI.COM – Seekor ular Sanca dengan panjang 3,5 meter membuat heboh warga, pasalnya ular tersebut terekam Closed Circuit Television (CCTV) di Kampung Bantar Panjang RT 3/09, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.
Salah seorang warga, Agus Subandi (52) menyebut, ular sanca itu mulanya terjepit di dalam sebuah paralon hingga membuat aliran air yang terletak di selokan tersumbat. Bahkan menyebabkan banjir di lingkungan kontrakan rumah pada Senin (26/12/2022) lalu sekira pukul 14.30 WIB.
“Kan badan ularnya besar, kejepit di tengah-tengah, ketahuannya itu karena airnya meluap, kan ada kontrakan di belakang banjir semua kontrakan di sana itu,” kata Agus saat ditemui di Lokasi Rabu (28/12/2022). 
Awalnya warga tak menyangka sumbatan air itu disebabkan oleh ular Sanca tersebut. Namun, karena rasa penasaran, warga pun akhirnya membongkar saluran air tersebut.
“Kita kan di tusuk-tusuk ke dalam, udah begitu gak bisa nembus, sampai motong bambu terus pakai besi gak nembus juga. Ternyata di dalamnya ada ular. Begitu kita bongkar kan kita penasaran, dibongkar, pas begitu dibongkar ternyata ada ular sanca,” ungkapnya.
Agus mengaku, di kampungnya itu baru pertama kali menemukan ular sanca dengan ukuran panjang 3,5 meter dan berat 10 kilogram. Ular yang membuat heboh warga tersebut akhirnya dievakuasi beramai-ramai.
“Ya lumayan heboh disini, kan gak pernah ada ular sebesar itu, kan ini pemukiman. Cuman yang kita khawatirkan takutnya itu ular memakan ternak warga, atau kan di sini banyak anak-anak kecil, takutnya dimainin, ya ngeri juga, takut juga bisa makan korban,” tutur dia.
Setelah tertangkap, ular tersebut dimasukan ke dalam karung lalu disimpan di salah satu halaman rumah warga. Sementara warga pun tak sempat menghubungi pihak Pemadam Kebakaran yang biasa menangani hewan reptil lantaran saat itu hujan turun kembali.
“Diambil dapet dimasukin karung, cuman salahnya, kita kan mau ngehubungi Damkar cuma karena kemarin hujan terus ga jadi,kita simpen aja,” ungkapnya
Agus mengira, dengan penanganan tersebut ular tersebut akan aman. Sayangnya, ular tersebut bisa keluar melalui lubang pada ujung karung. Hingga terekam CCTV, yang menunjukan ular tersebut berkeliaran pada malam hari.
“Ternyata tengah malem keluar kabur, ya kita cek di cctv ternyata udah jalan-jalan, mungkin ke sana kembali lagi ke selokan besar kayanya,” jelasnya.
Kini warga pun merasa was-was karena ular Sanca itu diduga masih berkeliaran di sekitar pemukiman warga.
“Agak sedikit was-was, kalau melihat apalagi ularnya besar. Takut balik lagi, takut nanti malem dia nyantroni ke rumah warga atau apa gitu,” pungkasnya.
Sementara, Komandan Regu Alpa Damkar Kota Sukabumi, Dadi Kusmawandi mengatakan, Setelah mendapatkan laporan dari warga, pihaknya langsung mendatangi TKP, namun setelah melakukan penyisiran ular Sanca tersebut tidak diketemukannya.
“Menerima laporan skeitar jam 22:00 WIB dari rekan kita. Saat kita cek ular itu sudah tidak ada, dikarenakan CCTV itu terekamnya pada dini hari dan tidak langsing lapor ke petugas. Untuk itu kita melakukan penyisiran dengan tim animal rescue dan ular itu tidak ditemukan,” kata Dadi.
“Personel yang ikut 4 personel kemudian melakukan penyisiran setengah jam, Penyisiran ke got-got, dinyatakan tidak ada di area tersebut, kemungkinan ada sungai yang lumayan besar mungkin larinya ke situ,” lanjut dia.
Dia mengimbau kepada warga, apabila ada yang melihat ular sanca tersebut agar segera melaporkannya ke Petugas Damkar atau bisa menghubungi ke nomor 0266-222155.
“Dilihat dari CCTV jenis ular piton atau sering kita kenal ular sanca. Kurang lebih beratnya 10 kilogram dan sempat ditimbang sama yang nangkap. Jadi bukan peliharaan warga, sudah ditangkap warga tapi lepas lagi dan meresahkan warga tersebut,” tandasnya.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Usep Mulyana












