JURNALSUKABUMI.COM – Dalam memulihkan ekonomi warga Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, terus berupaya keras untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat, dengan mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM).
Salah satu cara untuk mencapai target tesebut adalah dengan menggali banyak potensi sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) untuk tetap berinovasi membuat terobosan baru pasca pandemi Covid-19
Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu bentuk upaya pemerintah Kecamatan Jampangkulon dalam mendukung serta mensukseskan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pasca pandemi.
Camat Jampangkulon, Kusyana mengatakan, bahwa saat ini ia tengah melaksanakan berbagai kegiatan. Salah satunya mengembangkan pelaku UMKM dan IKM yang berada di wilayah kecamatan yang tengah dipimpinnya tersebut.
“Kami sekarang tengah mengembangkan dan melakukan kolaborasi dengan para pelaku usaha ekonomi baik itu, UMKM maupun IKM untuk mengungkit usaha berbasis masyarakat yang berada di wilayah Kecamatan Jampangkulon,” kata Kusyana pada Kamis (08/12/2022).
Dia menilai pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat ini, khususnya masyarakat yang berada di wilayah Kecamatan Jampangkulon itu, bisa bergerak dan berkembang secara pesat, apabila IKM dan UMKM semua yang ada di wilayah yang tengah dipimpinnya tersebut, bisa bangkit dari keterpurukan pasca pandemi Covid-19.
“Untuk itu, kita sudah juga membuat icon di wilayah Jampangkulon itu. Yakni kami beri nama Jejaka atau Jajanan Jampang Kekinian yang diintervensi oleh pelaku industri rumahan atau pelaku home industri yang ada di Desa Bojogngsari. Sementara, untuk produk olahannya memang cukup banyak. Diantaranya, stik pepaya, beronjong, keripik pisang dan abon serta banyak lagi yang lainnya,” jelasnya
Dia menambahkan, pengembangan pertumbuhan ekonomi masyarakat Jampangkulon melalui bidang pemberdayaan khususnya pada sektor ekonomi ini, diharapkan banyak investor dapat masuk ke wilayah Jampangkulon untuk mendongkrak dan memberikan fasilitas permodalan untuk pelaku IKM dan UMKM di Jampangkulon.
Karena, lanjut dia, kendala para pelaku IKM dan UMKM di wilayah Kecamatan Jamapngkulon itu, selain persoalan pemasaran juga masalah permodalan.
“Nah, ini yang sedang kita genjot dan kami berharap ada para investor datang ke wilayah Jampangkulon untuk menjalin mitra dalam pengembangan usahanya tersebut. Selain itu, kami juga sedang membangkitkan pertumbuhan UMKM dan IKM, pemerintah Kecamatan Jampangkulon juga kini tengah memaksimalkan pengembangan sektor destinasi wisata. Diantaranya, Jampang Waterpark, Puncak Heas, Puncak Buluh, Desa Karang Anyar, Curug Banteng di Desa Bojongsari, Curug Kaca di Desa Mekarjaya,” tandasnya.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Usep Mulyana












