Update Info Korban Gempa Cianjur: Pengungsi di Desa Titisan Sukalarang Mulai Alami Demam dan Batuk

Senin, 28 November 2022 - 20:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Warga di Kampung Gedurhayu, Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, yang mengungsi akibat terdampak gempa bumi Cianjur mulai diserang sakit batuk dan demam.

Selain membutuhkan obat-obatan, warga yang masih mengungsi di Kampung Gedurhayu itu juga membutuhkan bantuan makanan.

Ketua RW 10 Asep Supriyadi mengatakan, ada 26 posko pengungsian yang dibangun warga. Setiap poskonya diisi oleh 10 KK hingga 20 KK. Dia menyatakan di RW 10 ada 5 RT yang terdampak gempa yaitu RT 40, 41, 42, 43 dan RT 44

Saat ini warga yang mengungsi tersebut ada beberapa terkena penyakit batuk dan demam. “Sekarang bayi ada yang batuk, apalagi orang dewasa juga batuk sama demam, untuk yang ingin membantu penanganan disni bawa obat-obatan,” kata Asep saat ditemui di pokso, Senin (28/11/2022).

Selain obat-obatan, Asep juga mengungkapkan warganya yang masih mengungsi itu kini membutuhkan pasokan makanan. Terutama untuk malam hari.

“Yang dikhawatirkan dibutuhkan yaitu pasokan makanan buat kebutuhan mereka di dalam pengungsian, kami mendistribusikan setiap malam, Kalau ada bantuan saya salurkan, kalau tidak ada, mau tidak mau mereka tidak dapat,” ujarnya.

Dia menuturkan, ratusan pengungsi di RW 10 ini tidak semua rumahnya alami rusak berat. Namun hampir 70 persen dari 354 KK mengalami kerusakan sedang maupun ringan akibat gempa tersebut.

“Pengungsi ini, tidak semuanya ambruk tapi rumahnya yang mengalami kerusakan di bagian dinding-dinding rumahnya. Apalagi gempa susulan sepekan ini terus terjadi dan dirasakan warga meski kecil. Jadi malam itu semua warga tidur di tenda,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata dia, jika siang hari sebagian besar pengungsi kembali ke rumahnya untuk beraktivitas meskipun rumah mereka terdampak ringan hingga sedang.

Bila memasuki malam, mereka lebih memilih tidur di tenda pengungsian, karena rasa was-was bila terjadi gempa susulan.

Sementara Kapolsek Sukalarang AKP Asep Jenal Abidin membenarkan bahwa ada sebagian pngungsi mengalami sakit demam, namun untuk jumlahnya masih dalam pendataan Pihak Puskesmas.

“Kalau untuk jumlahnya (yang sakit) ada di Puskesmas, kemarin ditangani langsung oleh tim Posko dari Puskesmas Sukalarang,” singkatnya.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor

Berita Terkait

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:30 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan

Berita Terbaru