JURNALSUKABUMI.COM – Sebanyak tujuh warga Kabupaten Cianjur yang merupakan warga terdampak bencana gempa bumi, telah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi Cibadak. Tujuh pasien ini, terpaksa harus ditangani di RSUD Sekarwangi lantaran tidak memungkinkan ditangani di Rumah Sakit Sayang Cianjur.
Humas RSUD Sekarwangi Cibadak, Ramdhansyah mengatakan ketujuh pasien merupakan warga Kabupaten Cianjur dan sudah mendapatkan tindakan hemodialisis atau cuci darah.
“Para pasien sebelumnya ditangani di RSUD Sayang Cianjur, dikarenakan rumah sakit tersebut sibuk menampung korban gempa sehingga tidak memungkinkan dan sebagian besar pasien yang terjadwalkan cuci darah telah dirujuk atau diover ke rusak sakit lain. Salah satunya, ke Rumah Sakit Sekarwangi ini,” kata Ramdhansyah, Rabu (23/11).
Ramdhan mengatakan RSUD Sekarwangi Cibadak dengan senang hati bisa membantu warga dari Kabupaten Cianjur. “Dari 7 pasien ini, ada beberapa yang mempunyai keluarga di sini. Nah, pasien itu kami arahkan untuk tinggal di keluarganya yang di Sukabumi,” bebernya.
Namun, bagi pasien asal Kabupaten Cianjur yang tidak memiliki keluarga di Sukabumi, ia menyarankan untuk tinggal di rumah singgah RSUD Sekarwangi Cibadak.
“Ini kami lakukan supaya jadwal berikutnya di hari Jumat dapat memudahkan untuk cuci darah. Karena, jika pulang ke Cianjur pun mereka kasihan harus tinggal di tenda pengungsian. Mendingan di rumah singgah agar nyaman dan pasien bisa terlihat tenang,” paparnya.
“Ada dua pasien yang tinggal di rumah singgah. Alhamdulillah keperluan mereka mulai dari minum, makan kami siapkan. Kami rumah sakit di Kabupaten Sukabumi, siap membantu apabila diperlukan. Intinya dengan senang hati kami siap memberikan pelayanan terbuka atau memberikan proses tindakan medis yang harus dilalukan,” imbuhnya.
Sementara itu, salah satu orang pasien yang dirawat di RSUD Sekarwangi Cibadak, Laela (52) adalah warga Kampung Garogol Legok, RT 01/RW 05, Desa Cibulakan Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Ia bersyukur akhirnya penanganan medis bisa dilakukan di RSUD Sekarwangi.
“Dua rumah sakit sebelumnya tidak bisa melakukan penanganan karena sibuk menangani korban gempa, alhamdulillah bisa ditangani disini,” tuturnya.
Laela menambahkan, ia terpaksa harus tinggal di rumah singgah Rumah Sakit Sekarwangi karena tidak bisa pulang. Rumahnya di Cianjur nyaris rata dengan tanah akibat guncangan gempa bumi.
“Kondisi rumah saya rusak tidak bisa ditinggali lagi dan rata dengan tanah. Hanya bagian dapur saja yang tidak roboh. Makanya saya tinggal dulu di rumah singgah yang ada di rumah sakit ini,” pungkasnya.
Reporter: Ifan | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor












