JURNALSUKABUMI.COM – Seekor Kukang yang ditemukan di Dermaga Palabuhanratu, kini sudah diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) melalui resort Sukabumi.
Kukang yang termasuk hewan dilindungi itu langsung dievakuasi menggunakan kandang khusus agar tidak melukai petugas.
“Kebetulan karena belum lama ini kita mendapatkan beberapa informasi ada beberapa kukang sebelumnya, makanya saya sudah siap dengan kandangnya, fleksibel, aergonamis agar mudah di bawa dengan mmotor,” ujar Isep Mukti Miharja kepala Resort Sukabumi KSDA, Jumat (21/10/2022).
Menurut ia, seekor kukang yang ditemukan warga dengan ukuran kurang lebih 30 centimeter itu bukan peliharaan. Sebab, terlihat dari taring dan kondisinya masih terlihat liar.
“Kalau penampakan awal itu kukang kelihatan masih liar, saya membacanya sederhana saja, ketika dia ganggu, satwa itu apapun ketika makin jauh dengan kita itu liar, kemudian ketika dia akan merasa terpojokan dia akan menyerang itu diantaranya sederhananya seperti itu,” terangnya.
Ia menyebut, habitat kukang khusunya wilayah Sukabumi masih terbilang banyak. Namun mengenai berpindahnya dari hutan ke permukiman masih dalam kajian.
“Saya rasa habitat kukang ini masih banyak. Hanya yang dikahwatirkan itu, kenapa dia sampai menuju ke permukiman, ketempat tempat orang banyak. Mungkin perlu pendalaman lebih jauh,” tuturnya.
Selama dua bulan terkahir kata ia, mengenai ditemukannya kukang masuk ke permukiman sudah tiga kali adanya laporan. Seluruhnya di wilayah Palabuhanratu.
“Ada tiga laporan dari wilayah Palabuhanratu, pertama dari rumah makan sunda, jalan Citepus, Kemudian belakang GOR tinju, berdekatan dengan gunung Jayanti, dan yang terkahir ini di Dermaga,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












