Korban Longsor di Citamiang Sukabumi Meninggal Dunia

Kamis, 20 Oktober 2022 - 20:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Giman (58) seorang warga penghuni rumah yang tertimbun material longsoran dan reruntuhan rumah ambruk di Kampung Cijangkar RT. 02/10, Kelurahan Nanggeleng, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi pada Sabtu (15/10/2022) lalu meninggal dunia.

Sejak kejadian tersebut, penghuni rumah yang tertimbun itu di Rawat di RSUD R. Syamsudin SH dan pada Rabu (19/10/2022) sekira pukul 09.40 WIB dinyatakan meninggal dunia.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Imran Whardhani yang mendapatkan laporan korban meninggal dunia.

“Betul, dari hasil petugas yang langsung melakukan pengecekan. kami dapat informasi G meninggal, dengan diagnosanya TB paru dan Bronkopneumonia,” kata Imran saat dihubungi Kamis (20/10/2022).

Imran menegaskan meninggalnya pria itu bukan akibat dari kejadian tersebut. Karena hasil dari pemeriksaan atau observasi pihak Rumah Sakit itu tidak ada trauma torak atau tidak ada benturan terhadap torak atau tulang akibat bencana.

“Jadi sebelumnya memang sudah sakit ini, berdasarkan laporan penghuni rumah,” jelas Imran.

Kendati demikian, pihak pemerintah tetap membantu untuk biaya rumah sakit seperti, pemulasaran jenazah, administrasi dan lainnya. “Sudah dimakamkan kemarin di Kebon Jengkol, Kelurahan Nangeleng,” tutur dia.

Sementara kini ada tiga Kepala Keluarga (KK) dengan delapan jiwa yang turut menjadi korban bencana longsor tersebut dan saat ini masih mengungsi di Tempat Evakuasi Sementara (TESA) yang beralamat di Jalan Pajagalan Gang Santari RT. 02/03 Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.

“Kami khawatir terjadi longsor susulan, semua keluarga terdampak saat ini dievakuasi di rumah TESA yang sengaja kami sediakan untuk korban terdampak bencana yang kehilangan tempat tinggal,” tandasnya.

Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Tragis! Ayah dan Anak Terseret Ombak di Pantai Istiqomah Sukabumi Sang Ayah Tewas
Deretan Pedagang Oleh-oleh di Pamuruyan Kembali Disorot, Pengawasan Satpol PP?
Bodi Truk Menjepit Kaki Sopir, Combi Tool hingga alat penarik Dikerahkan untuk Evakuasi Korban
Truk Box Bermuatan Pupuk Terguling di Palabuhanratu, Sopir Terjepit
Pengemudi Toyota Rush Penabrak Lima Pejalan Kaki di Parungkuda Diamankan Polisi
Pria Tertemper KA Pangrango di Parungkuda Alami Luka di Kepala
Jaga Harmoni Bersama Warga, DLH Tekankan Pengelolaan Lingkungan bagi Usaha Peternakan
Serangan Lalat dan Bau Tak Kunjung Hilang, Warga Nagrak Desak Tutup Permanen

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:38 WIB

Tragis! Ayah dan Anak Terseret Ombak di Pantai Istiqomah Sukabumi Sang Ayah Tewas

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Deretan Pedagang Oleh-oleh di Pamuruyan Kembali Disorot, Pengawasan Satpol PP?

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Bodi Truk Menjepit Kaki Sopir, Combi Tool hingga alat penarik Dikerahkan untuk Evakuasi Korban

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Truk Box Bermuatan Pupuk Terguling di Palabuhanratu, Sopir Terjepit

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Pengemudi Toyota Rush Penabrak Lima Pejalan Kaki di Parungkuda Diamankan Polisi

Berita Terbaru