JURNALSUKABUMI.COM – Limbah kayu imbas angin kencang dan gelombang pasang di sekitar Pantai Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat setempat.
Direktur Bumdes Karya Insani, Bayu Nugraha menyebut, limbah berupa ranting, batang kayu, bambu dimanfaatkan sebagai bahan serbuk gergaji (sawdust).
“Dari kayu ini kita akan mengolahnya jadi serbuk masuk ke mesin claser ini. Setelah jadi serbuk, kita akan kirim ke PLTU,” ujar Bayu sapaan akrab kang Sabay, Sabtu (1/10/2022).
Dia menjelaskan, sampah kayu bercampur dengan limbah sampah plastik yang terdampar di pantai tersebut. Oleh sebab itu, ia berinisiatif mendirikan shelter cofiring dengan menggandeng pihak PT Indonesia power.
“Karena hasil dari olahan ini kebetulan PLTU lah yang membantu kami dari mesin, serta selter yang ada di sini. Sampai di PLTU di sana akan dijadikan bahan campur batu bara atau di mix bersama batu bara,” terangnya.
Cofiring sendiri kata Sabay, merupakan proses penambahan biomassa sebagai bahan bakar pengganti parsial atau bahan campuran batu bara di PLTU. Namun ia terbentur dengan proses produksi karena masih menggunakan tenaga manual.
“Sebetulnya sampai saat ini kita keterbatasan dari sisi alat produksi mesin, karena mengingat sampah yang cukup luar biasa, sampah yang cukup banyak di lokasi ini, keterbatasan mesin beserta jarak tempuh dari pesisir pantai kesini, semua serba manual,” paparnya.
Diketahui, shelter produksi dengan pantai Loji diperkirakan berjarak 300 meter. Oleh sebab itu, ia menginginkan adanya daya angkut agar produksi sawdust bertambah dan tidak seutuhnya secara manual.
“Harapan kami ke depan bisa di tambah lagi mesin, serta ada transportasi ada motor untuk pengambilan kayu dari pesisir pantai ke sini. Karena target kami ada di dua titik muara, Muara Cibutun dan Muara Cimandiri,” tamdasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Usep Mulyana












