JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sukabumi terus mengembangkan potensi pengolahan kopi terhadap para petani. Pengembangan tersebut sudah tersebar di beberapa kecamatan seperti kelompok tani di Kecamatan Gegerbitung, Nyalindung, Sukaraja, Kadudampit beserta kecamatan lainnya.
Sekertaris Dinas Pertanian, Denis Eriska mengatakan, dinas sudah sejak lama membina petani agar kopi tersedia dalam bentuk olahan. “Banyaknya wilayah menanam kopi, itu bagus, itu prodak unggulan kita perkebunan terutama,” ujar Denis Eriska, Jumat (19/8/2022).
Dalam mendukung upaya tersebut kata Denis, Distan telah mendistribusikan bangunan dan alat pengolahan kopi untuk kelompok tani.
“Kita kan punya teh, karet, di antaranya kopi, kopi hari ini juga kita brending juga, terus kemudian perumda agro juga ikut bagaimana kemudian meningkatkan performa dari kopi Sukabumi,” terangnya.
Kekinian, kopi Sukabumi pun telah memiliki nama yang bakal tersebar di tingkat nasional. “Kita siap mempunyai nama ke tingkat nasional, sehingga kemudian namanya menjadi bagus, permintaannya tinggi sehingga harga kopi bisa naik,” paparnya.
Dinas sendiri, lanjut Denis, terus memantau perkembangan petani kopi di wilayah Sukabumi. Selain pemantauan, paska panen pun ia pantau hingga berbentuk kemasan.
“Termasuk paska panennya nanti kita perhatikan, kemudian pasca panen yang baik untuk kemasannya, hari ini kemasannya pada bagus, kopi kopi kita di kasih merk, seperti kopi Gegerbitung, dari kemasannya bagus mudah mudahan brending kita juga akan naik,” bebernya.
Menurut ia, dari dulu hingga saat ini, konsumsi kopi yang diminum hanya dianggap selingan, tapi kopi bagi sebagian orang penikmatnya merupakan gaya hidup dan cara menikmati hidup, bahkan kopi merupakan minuman kedua terpopuler di dunia.
Maka dari itu cukup banyak orang yang berharga karena nilai manfaat yang dapat diambil cukup besar, potensial dan menguntungkan .
“Mengenai per-kopian, katanya, Indonesia merupakan produsen keempat penghasil kopi terbesar di dunia setelah Brasil, Kolombia dan Vietnam. Sukabumi pun kan menjadi produsen kopi untuk mendorong perekonomian masyarakat,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












