JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi mengadakan rapat perencanaan mengenai lokasi fokus kegiatan car free day (CFD) yang akan diperluas. Hal itu bertujuan untuk mengurangi emisi karbon yang dihasilkan kendaraan.
Kepala Dishub Kota Sukabumi, Abdul Rachman, mengatakan, berdasarkan hasil forum rapat bersama beberapa dinas terkait, termasuk Satuan Lalu Lintas Polres Sukabumi Kota, area CFD akan diterapkan pada empat titik lokasi.
“Ada beberapa usulan yang kita bawa ke forum, pertama di Jalan Lingkar Selatan (Lingsel), kedua di Jalan Ahmad Yani, kemudian ada juga usulan di Jalan Alun-alun sampai Degung, kemudian ada usulan di jalan Suryakencana sampai perintis,” kata Rachman saat ditemui di kantornya, Selasa (16/8/2022).
Dia mengatakan, ke depan yang akan menjadi lokasi fokus utama pada perencanaan perluasan area CFD tersebut yaitu di Jalan Ahmad Yani (A Yani). Karena menurutnya, hal itu dilihat dari aktivitas ekonomi masyarakat dan intensitas kendaraan yang terpusat di sana.
“Karena di Jalan A yani itu central city (pusat kota) atau pusat kegiatan, intensitas kendaraan tinggi. Sehingga dengan kita penerapan car free day disana bisa terlihat gitu kan pengurangan kendaraannya, otomatis pengurangan emisi dan kemudian akhirnya kita memberikan kontribusi terhadap penyehatan lingkungan,” ujar dia.
Seperti diketahui, saat ini aktivitas CFD hanya dilakukan di ruas Jalan R Syamsudin SH. Menurut Rachman, efektivitas di lokasi tersebut terbilang cukup. Tetapi belum sampai dikatakan berhasil dalam perihal penurunan intensitas berkendara.
“Kita menginginkan proses edukasi kepada masyarakat, bahwa harus ada penurunan intensitas kendaraan yang berdampak juga pada penurunan emisi karbon. Penurunan emisi karbon juga akan berdampak pada memberikan kontribusi terhadap penurunan efek pemanasan global,” jelas dia.
Dengan proses edukasi itu, Abdul Rachman berharap masyarakat juga bisa tergerak untuk lebih memilih tidak menggunakan kendaraan, melainkan dengan berjalan kaki.
Ia pun belum dapat memastikan, kapan perencanaan tersebut dapat terealisasi. Karena masih dalam tahap pembahasan dan memerlukan aspek lainnya untuk dipersiapkan pada penerapan perluasan area CFD tersebut.
“Itu yang kita coba bahas untuk pertajam lagi di Jalan A Yani. Yang nanti kita pertajam adalah titik mulainya dimana, dan sampai mana. Kita akan bahas lebih lanjut itu,” terang dia.
Rachman menerangkan, pembahasan lanjutan tersebut terkait mengenai aspek legalitas, yang juga didukung dengan anggaran, kemudian kebutuhan personel dan rambu-rambu. Setelah itu, barulah masuk pada tahap sosialisasi.
Lanjut dia, agar masyarakat bisa mengetahui bahwa ruas jalan tersebut telah diberlakukan car free day, kemudian yang lebih penting adalah aspek legalitas peraturan Pemerintah Kota yang menyebutkan bahwa di jalan tersebut diberlakukan CFD.
“Harapannya agar ini bisa lebih cepat terealisasi, kita mungkin dalam beberapa minggu atau bulan ke depan akan pertajam sehingga bisa merencanakan, dan kita bisa melaksanakan. Target di awal tahun 2023, karena tadi, butuh alokasi anggaran, legalitas dan lain sebagainya,” tandasnya.
Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor












