JURNALSUKABUMI.COM – Baru-baru ini jalur pendakian Gunung Gede Pangrango tengah digegerkan adanya celana dalam yang berserakan saat digelarnya Operasi Bersih (Opsih) oleh sejumlah volunteer.
Hal ini diduga dibuang oleh oknum pendaki. Menurut salah satu Volunteer Gunung Gede Pangrango, Niko Rastagil mengungkapkan, bahwa setiap kali menggelar operasi bersih-bersih, para volunteer dan relawan ini mengaku tak hanya mengangkut sampah pendaki, namun juga sering menemukan celana dalam (cd) bekas.
“Saat kegiatan opsis rutin atau yang digelar saat pendakian ditutup, relawan pasti menemukan celana dalam yang dibuang pendaki yang tidak bertanggungjawab,” ujar dia, Jumat (05/08/2022).
Menurutnya celana dalam yang ditemukan memang tidak banyak, namun tetap menimbulkan pemandangan yang tidak mengenakan bagi pendaki lainnya.
“Sekali opsih itu bisa 10 celana dalam hingga belasan celana dalam. Tidak banyak tapi tetap saja sampah dan membuat pemandangan tidak nyaman, karena saat mendaki tiba-tiba jadi terlihat celana dalam yang dibuang sembarangan,” kata dia.
Tidak hanya di jalur pendakian, beberapa celana dalam ditemukan juga di spot favorite para pendaki untuk mendirikan tenda, yakni di Alun-alun Surya Kencana.
“Ada juga yang di sekitaran alun-alun Suryakencana, tapi di pinggirannya tidak di kawasan inti alun-alun. Kalau banyaknya biasanya ditemukan di jalur pendakian,” kata dia.
Kekinian, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) diketahui telah mengeluarkan surat edaran terkait penutupan sementara aktivitas pendakian disemua jalur pendakian termasuk pendakian melalui jalur Selabintana Kabupaten Sukabumi terhitung dari tanggal 14 Hingga 21 Agustus 2022.
Reporter: Ardi Yakub | Redaktur: Ujang Herlan












