LJURNALSUKABUMI.COM – Pemerintah telah menerbitkan Surat Edaran (SE) 10/2022 tentang Panduan Penyelenggaraan Salat Idul Adha, dan Pelaksaan Kurban 1443 Hijriah/2022 yang akan dilaksanakan pada Minggu 10 Juli 2022 mendatang, atau 10 Dzulhijjah.
Ketua I Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi, Apep Saefullah mengatakan, pelaksanaan Salat Idul Adha tahun ini digelar di Lapang Merdeka (Lapdek) Kota Sukabumi.
“Salat Idul Adha itu akan digelar di Lapang Merdeka hosting ketua umum MUI, untuk Imam Ustad Wahyu dari Al ghazaliyah Adapun hari Sabtu besok Tim BHR akan mengarahkan kiblat dan sebagainya,” kata Apep.
Terkait dengan protokol kesehatan, dai menyebut, semua sudah ditangani oleh pihak Pemerintah Daerah sebagai penyelenggara. Adapun untuk penyelenggaraan kurban, dia menuturkan akan dikelola oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di setiap kecamatan.
“Untuk Masjid Agung ada 15 ekor sapi hewan kurban, 7 ekor untuk kecamatan-kecamatan seperti biasa. Jadi satu sapi ditaruh di kecamatan masing-masing untuk dibagikan ke DKM yang ada di kecamatan itu, sisanya untuk Masjid Agung yang akan dibagiakan ke lembaga atau organisasi melalui surat,” jelas dia.
Apep menuturkan, pemotongan hewan kurban akan dilakukan di tiap kecamatan. Sedangkan untuk Masjid Agung, akan dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) Haji Awun.
“Dagingnya kalau untuk Masjid Agung sendiri yang ada di belakang Masjid Agung aja seperti masjid sekitar, tetangga masjid dan sebagainya. Untuk kecamatan di tiap-tiap DKM,” ujar Apep.
Lanjut dia, kendati pandemi melandai pelaksanaan pembagian daging kurban kali ini tetap tidak menggunakan kupon. Sehingga akan dibagiakn melakui DKM di wilayah masing-masing
“Tidak Pakai kupon pertama memang kita belum murni 100 persen dalam pemulihan Covid ini, apalagi sekarang ada varian baru dari Omicron itu sendiri. Kedua alun-alun tidak mungkin dipakai untuk penyembelihan, karena sudah bersih, steril, dan bagus seperti ini. Ketiga menghindari kerumunan karena setiap dilakukan di Masjid Agung itu ada aja yang pingsan dan tidak tertib,” imbuhnya.
Dia menambahkan, tidak ada penyembelihan di sekitar Masjid Agung maupun Lapang Merdeka. Seluruh pengelolaan dilakukan di RPH, dan DKM masjid. Apep menyebut, Perayaan Idul Adha tahun ini terdapat 15 ekor sapi yang akan dikurbankan, untuk Masjid Agung sendiri terdapat 5 ekor.
“Pertama harus siar, salat itu harus siap dan juga kedua kapasitas Masjid Agung tidak akan cukup kapasitasnya. Seperti kemarin Idul Fitri juga tidak cukup kalau Lapang Merdeka Insya Allah cukup,” tandasnya.
Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Ujang Herlan












