JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi mulai memyalur vaksin untuk mencegah merebaknya virus penyakit kaki dan mulut (PMK). Penyebaran vaksin akan dilakukan selama tiga hari, Senin (27/6/2022) sampai Rabu (29/6/2022).
Penyaluran vaksin tersebut dirasakan menjadi kabar gembira bagi peternak Sapi. Salah satunya oleh Sandi (29), peternak sapi di Kampung Bangsanaya, Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi.
Sandi mengatakan, keberadaan vaksin tersebut dirasa menguntungkan. Sebelumnya, untuk vaksinasi, dirinya harus merogoh banyak biaya untuk suntik per ekor sapi.
“Disini mah kalau ke mantri harus bayar cukup mahal, mulai dari Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu sekali suntik,” ujar Sandi.
Menurutnya, semenjak kabar virus PMK yang merebak di beberapa daerah, dia hanya mengandalkan obat tradisional atau jamu untuk meningkatkan imunitas sapi peliharaannya.
“Diberi jamu-jamu aja selama ini, tradisi kampung aja biasa,” tutur Sandi.
Dia mengungkap, beberapa sapi di peternakannya sempat mengalami sakit namun tidak menunjukan gejala parah terjangkit PMK. Sapi sembuh dalam waktu singkat.
“Ada sakit mah, luka sedikit sembuh lagi. Disini mah gak ada kalau sampai yang harus dipotong karena sakit gitu,” ucapnya.
Sandi mengatakan, terdapat15 ekor sapi di peternakannya. Sedangkan untuk harga sapi saat ini mulai dari Rp 18 juta sampai Rp 25 juta.
Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor












