Minimalisir Pungli, Dispar Kabupaten Sukabumi Bahas Pengelolaan Parkir Tempat Wisata

Selasa, 21 Juni 2022 - 15:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi membahas rencana kerjasama pengelolaan parkir dan sampah oleh pihak swasta. Rencana ini bergulir dengan tujuan, salah satunya, meminimalisir pungli.

Tawaran kerjsama pengelolaan parkir dan sampah datang dari PT Kujang Sakti Siliwangi (KSS). Objek wisata sekitaran pantai selatan Sukabumi menjadi target dalam kerjasama tersebut.

“Kami menyambut baik berkaitan dengan niatan tersebut, kemudian kami mengundang perangkat daerah terkait dan desa-desa yang ada di wilayah selatan Palabuhanratu ini,” ujar Kadispar Kabupaten Sukabumi, Sigit Widarmadi kepada awak media, Selasa (21/6/2022).

Ia menambahkan, kerjasama ini difokuskan pada lahan kepemilikan Pemda dan Desa. Kedepannya kerjasama juga dimungkinkan pada lahan yang bersifat asset pribadi.

“Nanti kedepan dikaji hasilnya seperti apa, kita menunggu tahap berikutnya,” tuturnya.

Dalam pembahasan itu, selain perwakilan PT KSS, pihaknya juga mengundang Dinas Perhubungan dan Dinas Lingkungan Hidup. Termasuk 5 Kades dan 1 lurah dari Kecamatan Palabuhanratu, Cisolok, dan Cikakak.

“Kita undang agar mendengar langsung maksud dan tujuan PT KSS dimana masalah parkir dan sampah jadi satu kesatuan pengelolaan, ujungnya untuk peningkatan PAD pemerintah daerah, Desa dan kesejahteraan masyarakat di sekitar tempat wisata,” tandasnya.

Direktur PT KSS, Vega Sukmayudha, menjelaskan kerjasama ini bertujuan untuk meminimalisir pungutan liar. Juga terkait pengelolaan tempat wisata agar lebih tertib dan asri.

“Kita fokus ke lahan milik negara. Baik itu Pemda atau Pemdes. Konsepnya bisa nanti sharing profit, atau berdasarkan appraisal dari Pemda, setahun kita harus bayar berapa, nanti kita bayar,” tegasnya.

Terkait pengelolaan sampah, Ia juga akan bekerjasama dengan pemilik hotel, restaurant, dan PKL. Sampah organik nantinya akan didistribusikan untuk dimanfaatkan atau didaur ulang.

“Kalau sampah anorganik nanti kita bakar pakai insinerator punya kami,” pungkasnya.

Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

Bikin Merinding! Kisah Keberanian Pejuang Adang Pasukan Sekutu di Bojongkokosan Parungkuda
Libur Panjang, Wisata Curug Larangan Sukabumi Tarik Minat Wisatawan
SCG Dukung Pengembangan Desa Wisata Karangpara, Perkuat Potensi Pariwisata dan Ekonomi Lokal Sukabumi
Alat Berat di Gerbang Ciletuh Geopark Disorot, Dinilai Coreng Wajah Pariwisata Sukabumi
Puncak Hari Nelayan Palabuhanratu Berlangsung Semarak, Ribuan Warga Tumpah Ruah
Benahi Tata Kelola Wisata, Pemkab Sukabumi Wajibkan Legalitas Parkir dan Tegas Hapus Pungli
CPUGGp Pertahankan Status UNESCO Global Geopark
Korve Jalur Palabuhanratu–Cisolok, DLH: Upaya Jaga Kualitas Lingkungan

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:59 WIB

Bikin Merinding! Kisah Keberanian Pejuang Adang Pasukan Sekutu di Bojongkokosan Parungkuda

Senin, 1 Juni 2026 - 17:14 WIB

Libur Panjang, Wisata Curug Larangan Sukabumi Tarik Minat Wisatawan

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:22 WIB

SCG Dukung Pengembangan Desa Wisata Karangpara, Perkuat Potensi Pariwisata dan Ekonomi Lokal Sukabumi

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:39 WIB

Alat Berat di Gerbang Ciletuh Geopark Disorot, Dinilai Coreng Wajah Pariwisata Sukabumi

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:50 WIB

Puncak Hari Nelayan Palabuhanratu Berlangsung Semarak, Ribuan Warga Tumpah Ruah

Berita Terbaru